DetikHot

new-release

'So Good' Zara Larsson: Mengalir dan Mudah Didengar

Jumat, 21 Apr 2017 15:15 WIB  ·   Rendy Tsu - detikHOT
So Good Zara Larsson: Mengalir dan Mudah Didengar Foto: Dok. Instagram/zaralarsson
Jakarta -

Semua orang tampaknya setuju jika Zara Larsson dinobatkan sebagai salah satu artis baru paling naik daun saat ini. Dalam karirnya, Zara Larsson tidak berjalan sendiri, seolah-olah ada lampu sorot yang selalu mengikutinya ke mana ia melangkah.

Menjadi salah satu '30 Most Influential Teens of 2016' versi majalah Time, serta nominasi dari Best New Artist di NME Awards 2017; adalah dua prestasi terbaru Zara dari sekian banyaknya penghargaan yang ia terima sejak umur 10 tahun.

Di umur yang masih relatif belia (Zara kini berusia 19 tahun) dan masa depan karir yang begitu luas terpampang di hadapannya, ia melangkah lagi dengan merilis album debut penuh internasionalnya berjudul 'So Good' (2017).

Album ini juga memuat back-to- back single 'Lush Life', pop segar bernuansa reggae dan 'Never Forget You', kolaborasi apik dengan produser/artis sekelas Grammy, MNEK; meroketkan Zara kepada dunia yang sebelumnya hanya sebatas jadi pemberitaan media dan publik Swedia.

Album ini juga didorong dengan bantuan dengan single terbarunya 'So Good' yang ditulis bersama Charlie Puth dan Ty Dolla $ign yang kebetulan juga menambal bagian rap pada lagu ini.

Berjudul sama dengan albumnya, single ini mulus menaiki tangga lagu Top 40 tanpa halangan. Dulu banyak orang berkomentar bahwa Zara Larsson terlalu muda untuk bertahan di industri ini, tapi itu tak menghalanginya berkarya.

Lewat lagu pop-EDM 'What They Say', Zara seakan ingin berkata kepada para fans dan penyanyi muda lain untuk mengikuti kata hati, ketimbang apa kata orang ('Whatever you do, just don't believe what they say / cause they don't believe you like I believe in you anyway').

Sesuai umurnya, ia terdengar muda ketika sedang bernyanyi. Meski di beberapa bagian ia juga terdengar dewasa dan seksi seperti dalam 'TG4M' yang diambil dari akronim (Too Good For Me).

Meski EDM menjadi akar dari keseluruhan album 'So Good', Zara juga turut menjajal lagu pop galau bagi para penggemarnya yang gagal move-on; seperti 'Only You'dan 'Don't Let Me Be Yours' yang ditulis bersama Ed Sheeran.

Ada juga 'I Can't Fall In Love With You', ketika ia merasa bahagia dan bebas, namun disisi lain tidak dapat merasakan cinta. Ironi menye-menye, tapi masih disukai para remaja sampai saat ini.

Jangan tertipu dengan judulnya, lagu 'Funeral' bukannya lagu cengeng tentang kematian. Zara mengubur cinta dalam-dalam (Bury my heart six feet under / throw us a funeral) dalam sebuah pemakaman megah dengan satu set string; metafora yang baik ketika sebuah hubungan tidak berjalan dengan semestinya.

Album ini ditutup dengan isian-isian melodi khas Clean Bandit dalam lagu 'Symphony', pas dan tidak berlebihan. Ada 15 lagu pop di album 'So Good', cukup banyak untuk ukuran pendatang baru.

Tapi mendengar album ini begitu mudah, mengalir begitu saja. Dan saya setuju dengan Zara, karena menamai album ini 'So Good'. Kurang lebih begitulah albumnya terdengar.

* Rendy Tsu (@rendytsu) saat ini bekerja sebagai Social Media & Content Strategist. Selain aktif sebagai penulis lepas, ia juga pernah menjadi Music Publicist di salah satu perusahaan rekaman terbesar di Indonesia.


(ken/ken)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed