"Bukannya band kami masing-masing memiliki aturan khusus, tapi semua band pasti memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Hope dan saya punya sound yang berbeda, namun kami selalu melakukan perubahan tanpa meninggalkan benang merah masing-masing," ujar Ó Cíosóig dalam sebuah wawancara.
Hope Sandoval masih membuai dengan karakter suaranya yang hopeless dan memabukkan. "Into the Trees" adalah track pembuka berdurasi 9 menit yang menyatukan church organ, nyanyian dan desahan mengawang, serta suara drum yang jauh terpendam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isn't It True" yang digadang sebagai single pertama dari album ini hadir dengan kocokan gitar yang renyah, sound drum vintage yang penuh mengisi atmosfer, serta imbuhan lonceng mengiringi sepanjang lagu. Walau suara Sandoval khas mengawang, aransemen lagu ini memberi sentuhan yang sedikit riang dan hangat.
Lagu menyeret lainnya macam "Liquid Lady" dan "Salt of the Sea" bagaikan media bermimpi yang nyaman sekaligus memabukkan. Nuansa bluesy, reverb di sana-sini menyempurnakan segalanya.
Seperti karya-karya Sandoval sebelumnya, tata musik di sini hanyalah background pendukung untuk menonjolkan suara Sandoval yang memang sudah selayaknya selalu berada di spotlight. Tapi, tidak seperti dua album sebelumnya, 'Bavarian Fruit Bread' dan 'Through the Devil Softly', album 'Until the Hunter' memiliki nuansa yang sedikit (diulangi, sungguh sedikit) cerah dan memberikan secercah harapan.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta. (mmu/mmu)











































