'Until the Hunter' Hope Sandoval & the Warm Inventions: Kembalinya Duet Maut Dream Pop

'Until the Hunter' Hope Sandoval & the Warm Inventions: Kembalinya Duet Maut Dream Pop

Yarra Aristi - detikHot
Selasa, 13 Des 2016 13:20 WIB
Until the Hunter Hope Sandoval & the Warm Inventions: Kembalinya Duet Maut Dream Pop
Foto: Tendril Tales
Jakarta - Hope Sandoval (Mazzy Star) dan Colm Ó Cíosóig (My Bloody Valentine) dalam kibaran bendera Hope Sandoval & the Warm Inventions kembali lagi dalam jeda waktu 7 tahun. Terakhir, mereka merilis 'Through the Devil Softly' pada 2009, dan kini melahirkan materi terbaru lewat album 'Until the Hunter'. Mereka masih membawa karakteristik band masing-masing (walau tidak terlalu dominan), dan mengolah tata musik yang dreamy, tapi dalam waktu bersamaan ada unsur mentah dan sensual di dalamnya.

"Bukannya band kami masing-masing memiliki aturan khusus, tapi semua band pasti memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Hope dan saya punya sound yang berbeda, namun kami selalu melakukan perubahan tanpa meninggalkan benang merah masing-masing," ujar Ó Cíosóig dalam sebuah wawancara.

Hope Sandoval masih membuai dengan karakter suaranya yang hopeless dan memabukkan. "Into the Trees" adalah track pembuka berdurasi 9 menit yang menyatukan church organ, nyanyian dan desahan mengawang, serta suara drum yang jauh terpendam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duetnya Sandoval dengan Kurt Vile dalam "Let Me Get There" sungguh menyejukkan, laid back namun begitu kuat. Tata musik bernuansa balada '70-an yang mengiringi nyanyian mereka pun akan membawa Anda ke hari Minggu sore yang berangin dan sejuk. Suasana yang lebih membuai terdapat dalam track "The Peasant" yang folky dan nyanyian yang lebih menyeret.

"Isn't It True" yang digadang sebagai single pertama dari album ini hadir dengan kocokan gitar yang renyah, sound drum vintage yang penuh mengisi atmosfer, serta imbuhan lonceng mengiringi sepanjang lagu. Walau suara Sandoval khas mengawang, aransemen lagu ini memberi sentuhan yang sedikit riang dan hangat.

Lagu menyeret lainnya macam "Liquid Lady" dan "Salt of the Sea" bagaikan media bermimpi yang nyaman sekaligus memabukkan. Nuansa bluesy, reverb di sana-sini menyempurnakan segalanya.

Seperti karya-karya Sandoval sebelumnya, tata musik di sini hanyalah background pendukung untuk menonjolkan suara Sandoval yang memang sudah selayaknya selalu berada di spotlight. Tapi, tidak seperti dua album sebelumnya, 'Bavarian Fruit Bread' dan 'Through the Devil Softly', album 'Until the Hunter' memiliki nuansa yang sedikit (diulangi, sungguh sedikit) cerah dan memberikan secercah harapan.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta. (mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads