'Revival' Selena Gomez: Terlahir Kembali dalam Balutan Gelap dan Seksi

'Revival' Selena Gomez: Terlahir Kembali dalam Balutan Gelap dan Seksi

Yarra Aristi - detikHot
Jumat, 23 Okt 2015 11:10 WIB
Revival Selena Gomez: Terlahir Kembali dalam Balutan Gelap dan Seksi
Jakarta -

Transormasi yang dilakukan Selena Gomez dari waktu ke waktu seolah masih dalam misi pencarian jati diri. Bersama Selena Gomez & the Scene, ia mempersembahkan 3 buah album yang di dalamnya ada beberapa hits yang memiliki karakter tipikal penyanyi remaja yang bubly, reffrain supercatchy, dengan memakai ramuan musik yang sedang tren di masanya. Sebut saja β€˜Falling Down’, β€˜Who Says’, β€˜Love You Like a Love Song’, atau β€˜Slow Down’ sudah dirilisnya, dan semuanya sangat mencirikan bubblegum pop masa kini.

Namun, Gomez memerlukan karakter yang lebih kuat. Pop yang catchy dan ceria sudah diwakili oleh Taylor Swift, sementara pop yang penuh kegilaan sudah dirajai oleh Miley Cyrus, bahkan Carly Rae Jepsen sudah banting setir mengusung pop yang mengacu pada dekade ’80-an dan ’90-an untuk terdengar berbeda. Lalu ramuan apa lagi yang bisa ia persembahkan?

β€œI'm reborn in every moment, so who knows what I'll become?” begitu ucapnya ketika membuka album β€˜Revival’. Dalam wawancara dengan Jimmy Fallon, Gomez mengaku bahwa ia berusaha keras membuat banyak lagu untuk menemukan karakter suara yang pas, karena pada dasarnya ia memiliki suara yang berat. Dan, setelah menelurkan 4 buah album, baru di album ke-5 ini ia memutuskan untuk mengeksplorasi karakter suara beratnya itu dan ia menemukan kenyamanan di situ.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lagu β€˜Good For You’ bagaikan racun, menampilkan nuansa supersensual dengan cara bernyanyi menyeret macam Lana Del Rey yang misterius. Tanpa disangka, ternyata gaya bernyanyi seperti itu terdengar pas untuk karakter suara Selena Gomez. Lagu yang minim lirik itu sungguh membius dan membuat Anda ingin mendengarkannya berkali-kali. Begitupun yang ia suguhkan pada track pembuka β€˜Revival’ yang menjadi judul albumnya.

Lalu ada β€˜Same Old Love’ yang dark, dan menampilkan nyanyian Gomez nan lantang dan berani dengan menggunakan efek vokal sehingga terdengar sedikit raw. Lagu ini diproduseri oleh Stargate dan salah satu penulisnya adalah Charlotte Aitchinson, atau yang sudah kita kenal dengan nama Charli XCX. Surprisingly, lagu dengan aransemen yang tersebut juga menjadi racun yang tak mudah terlupakan.

Sementara β€˜Me & the Rhythm’ adalah track bernuansa disko ’80-an yang tak kalah seksi dan membius. Napas kekinian diwakili oleh β€˜Kill Em With Kindness’ dan β€˜Survivors’ yang sedikit mengambil influence EDM namun meredamnya dengan anggun. Jika Anda ingin mendengar rayuan Gomez, ia melakukannya dengan centil dalam track β€˜Hands To Myself’.

Gomez juga mempersembahkan track slow dengan basis piano yang emosinal, yakni β€˜Camouflage’ yang mungkin saja merupakan rekapitulasi hubungannya dengan Justin Bieber yang sudah usai. Tidak menusuk seperti lagu galau macam Adele, pun tidak terlalu diperlukan pada flow album yang sudah enak ini. Namun, sebuah track slow nan galau nampaknya sudah mutlak ada pada sebuah album pop. Lantas ia menutup album ini dengan β€˜Rise’ yang memiliki semangat akan harapan, diimbuhi aransemen yang ringan dan renyah.

Sepanjang transformasi yang dilakukan, β€˜Revival’ adalah titik ketika Selena Gomez akhirnya menemukan jati dirinya. Atau, setidaknya terdengar begitu. Kalaupun ia akan bertransformasi lagi dalam hal musik di kemudian hari, semoga karakter barunya ini terpoles kian mantap.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads