“We both know that it's not fashionable to love me”, pengakuan yang diucapkannya pada lagu pembuka ‘Honeymoon’ justru menjadi alasan mengapa banyak yang memujanya. Ia terdengar rapuh, tapi di sisi lain menakutkan. Suara gemerisik snare drum menggantikan suara ombak dan vokal contralto kesepian; enam menit yang sempurna bagi Lana Del Rey.
Berbeda dengan album ‘Ultraviolence’ yang lebih mirip dengan eksperimen teler, Lana terlihat begitu menikmati proses pembuatan album ini. Bagi Lana, 30 detik accapela pembuka ‘Music To Watch Boys To’ adalah bagian yang harus dimasukkan Lex Bexter dalam album ‘Jewels of the Sea’ (1961), lengkap dengan visual perempuan cantik di dalam air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti soundtrack misteri, lagu ‘Terrence Loves Me’ adalah interpolasi dari lagu ‘Space Oddity’ milik David Bowie yang ditambahkan dengan suara saksofon. Jika The Beach Boys punya ‘God Only Knows’, make di album ini Lana membalasnya dengan ‘God Know I Tried’ (sayang sekali kolaborasi mereka berdua di album solo Brian ‘No Pier Pressure’ tidak dimasukkan).
Lalu ada bagian ketika Lana membacakan puisi T.S. Eliot pada interlude ‘Burnt Norton’ di pertengahan album:
Time present and time past/ Are both perhaps present is time future
Salah satu daya tarik ‘Honeymoon’ lainnya adalah cover lagu klasik Nina Simone ‘Don’t Let Me Be Misunderstood’ dengan pendekatan yang berbeda.
Ada dua kemungkinan reaksi yang terjadi saat mendengar ‘Honeymoon’; jika Anda menyukai Lana Del Rey sejak awal, Anda akan menyukai 8 lagu sisanya. Jika tidak, bersiaplah hari Anda akan terasa lebih buruk dari biasanya.
Rendy Tsu (@rendytsu) saat ini bekerja sebagai Social Media & Content Strategist. Selain aktif sebagai penulis lepas, ia juga pernah menjadi Music Publicist di salah satu perusahaan rekaman terbesar di Indonesia.
(mmu/mmu)











































