Mendengarkan Say Lou Lou seakan mendengarkan Ladytron dalam versi yang lebih manis, atau gabungan dari Lykke Li , Bat For Lashes, bahkan The XX dalam versi lebih tidak gelap. Tata musiknya pun terdengar positif dan elok.
'Lucid Dreaming' dibuka dengan 'Maybe You' yang memiliki ambient bagaikan menyambut fajar. Nyanyian yang sensual yang diiringi oleh balutan synthesizer berlapis yang lembut, dan bunyi piano yang melayang. 'Julian' memiliki intro yang misterius, sekilas mengingatkan kita akan lagu 'Daniel' dari Bat For Lashes (kebetulan punya judul lagu yang agak mirip, yaitu nama seseorang).
'Nothing But a Heartbeat' punya aransemen yang lebih ramai, yang dimulai dengan verse yang sedikit berbau telepopmusik (ingat 'Breathe'?). Begitu menjelang reffrain, mereka berhasil membuat lagu yang catchy dan atraktif, tetap dengan suara mereka yang sensual. Jika Anda pecinta lagu-lagu "dini hari" --begitu saya menyebutnya karena bernuansa kabut bagaikan di pagi buta-- maka Anda akan menyukai 'Angels (Above Me)' dan 'Peppermint' dengan aransemennya yang kelam namun hangat dan bersahabat.
'Lucid Dreaming' memiliki sebelas track yang semuanya berisi aransemen berkabut, namun tidak depresif dan malah cenderung menghangatkan dan rupawan. Sebuah debut LP yang sangat mudah dinikmati dan mudah disukai. Belum bisa dikatakan sempurna, namun menuju ke sana. Terima kasih atas karakter suara si kembar yang cepat lekat di hati.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(Is Mujiarso/Is Mujiarso)











































