VCD/DVD King Arthur
Senin, 07 Feb 2005 16:17 WIB
Jakarta - King Arthur yang sukses di tahun 2004 lalu berkisah tentang perjuangan Raja Arthur dan ksatrianya yang tak terpisahkan. Pertempuran demi pertempuran berhasil mereka selesaikan dengan sukses. Tak ada kata gagal dan pulang dengan sia-sia untuk mereka.Namun banyaknya pertempuran yang merupakan syarat pemerintahan Rhoma untuk kemerdekaan Inggris ternyata tak juga diberikan oleh Roma. Janji Bishop Germanius (seorang pendeta Roma) akan kebebasan Inggris tertahan demi pertempuran terakhir nan berat. Arthur harus menyelamatkan seorang calon orang suci bernama Alecto dari brutalnya suku Saxon.Tak menerima tawaran Bishop begitu saja, Arthur menyatakan hal tersebut kepada enam ksatria yang selama ini mendampinginya. Tentu saja ini membuat mereka murka. Namun, mau tak mau demi kemerdekaan yang telah lama diidamkan mereka pasrah. Berangkatlah mereka untuk menyelamatkan Alecto.Awalnya semua berjalan lancar. Setelah berhasil membawa pergi Alecto dan keluarganya, tiba-tiba saja rombongan Arthur mendengar genderang tanda suku Saxon. Kepanikan jelas ada di mata mereka. Apalagi Saxon dikenal tak berbelas kasih kepada lawannya. Tanpa segan-segan mereka menebaskan pedang hanya untuk melihat darah. Tak peduli siapa lawannya.Bosan melarikan diri, akhirnya Arthur dan rombongan terhenti di sebuah danau berlapiskan es. Mereka memanfaatkan kondisi itu untuk menghadapi rombongan Saxon yang semakin dekat. Dan terjadilah pertempuran kecil yang berhasil membuat suku Saxon tak bisa berbuat apa-apa ketika lapisan es pecah. Namun, Arthur harus kehilangan salah satu ksatrianya, Dagonet.Keberhasilan Arthur membawa pulang Alecto membuat Bishop bahagia bukan alang kepalang. Ia akhirnya menyerahkan surat kemerdekaan Inggris kepada Arthur dan ksatrianya. Namun itu ternyata tak usai pula. Suku Saxon tak menerima kekalahan yang dialami beberapa waktu lalu.Dengan kekuatan penuh, suku Saxon menantang perang pasukan Arthur. Menyadari ini sebagai peperangannya, Arthur memerintahkan ksatrianya menyelamatkan diri bersama keluarga mereka. Walau sempat menuruti kata Arthur, namun para ksatria tersebut kembali untuk bertempur bersama Arthur dan pasukannya.Dalam pertempuran besar itu, Arthur berhasil membunuh kepala suku Saxon. Namun sayang, dia harus kehilangan dua ksatrianya lagi. Salah satunya Lancelot, ksatria yang menjadi karib Arthur. (ana/)











































