Album Retro Pixie Lott

Album Retro Pixie Lott

- detikHot
Selasa, 09 Sep 2014 15:10 WIB
Album Retro Pixie Lott
Jakarta - Bahasa musik melampaui batas usia para kreator maupun penikmatnya. Pixie Lott mengerti itu. Tahun ini ia berumur 23 tahun dan baru saja merilis album yang lebih cocok diperuntukan bagi pendengar berumur dua kali lipat darinya. Ia sempat galau (tapi cukup sukses) dalam 'Young Foolish Happy' (2011) --seperti layaknya ABG lainnya yang sedang mencari jati diri dan pengakuan-- namun kini kembali menemukan kata kunci dari apa yang dicarinya selama ini. Kata kunci yang kemudian Anda sebut sebagai "retro".

Maka memakai namanya sendiri sebagai judul album ketiga cukup beralasan. Tidak seorang pun tertarik untuk mendengar musik dari nenek berumur enam puluh tahun. Tapi, 'Pixie Lott' (2014) adalah gabungan dari pop, old-fashioned, dan motown 60s, yang masih bisa dinikmati oleh generasi X dan Y.

Tapi, berbicara tentang Pixie Lott, tentu sulit untuk melepaskannya dari cap "the Next Christina Aguilera". Lagu 'Nasty' bahkan sebelumnya pernah direkam oleh Christina Aguilera untuk duet bersama Cee Lo Green pada masa film 'Burlesque' ( 2010 ), tapi kemudian diberikan kepada Pixie yang menjadikannya sebagai lead single. Bedanya, Pixie menyanyikan sendiri bagian, "Wanna see you get nasty/ Wanna see you shake it down babe."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prestasi memang jarang kaitannya dengan judul lagu, tapi 'Lay Me Down' betul-betul membaringkan Pixie di bawah Top 100 UK Single Chart. Single keduanya gagal dan sekarang Pixie harus bergantung pada lagu selanjutnya yang dipakainya sebagai peluru selanjutnya. Di sini saya merekomendasikan beberapa kandidat kuat. Ada 'Break Up Song' yang mengingatkan kita pada 'Little Broken Heart' (2012) milik Norah Jones; sama-sama penuh dengan perasaan yang hancur. Lalu, ada 'Ain't Got You' yang punya kekuatan pada chorus cengengnya, "If I ain't got you/ I ain't got anything...."

Melodi konstan dan dentuman khas motown 'Heart Cry' seakan menasbihkan retro sebagai suatu hal yang keren untuk anak muda. Sedangkan 'Ocean' yang awalnya saya kira lagu salah alamat, malah membuat saya menyukainya, terutama karena beat drum organiknya. Atau, Pixie Lott akan memilihnya dari 4 lagu terakhir yang menurut saya sedikit membosankan? Tentunya 'Raise Up' dan 'Bang' tidak masuk hitungan. Sedangkan 'Leaving You' dan 'Cry and Smile' lebih cocok sebagai lagu penutup ibadah gereja daripada album ini. Hey, I got nasty with Pixie!

Rendy Tsu (@rendytsu) saat ini bekerja sebagai Music Publicist salah satu perusahaan rekaman terbesar di Indonesia.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads