Maka memakai namanya sendiri sebagai judul album ketiga cukup beralasan. Tidak seorang pun tertarik untuk mendengar musik dari nenek berumur enam puluh tahun. Tapi, 'Pixie Lott' (2014) adalah gabungan dari pop, old-fashioned, dan motown 60s, yang masih bisa dinikmati oleh generasi X dan Y.
Tapi, berbicara tentang Pixie Lott, tentu sulit untuk melepaskannya dari cap "the Next Christina Aguilera". Lagu 'Nasty' bahkan sebelumnya pernah direkam oleh Christina Aguilera untuk duet bersama Cee Lo Green pada masa film 'Burlesque' ( 2010 ), tapi kemudian diberikan kepada Pixie yang menjadikannya sebagai lead single. Bedanya, Pixie menyanyikan sendiri bagian, "Wanna see you get nasty/ Wanna see you shake it down babe."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melodi konstan dan dentuman khas motown 'Heart Cry' seakan menasbihkan retro sebagai suatu hal yang keren untuk anak muda. Sedangkan 'Ocean' yang awalnya saya kira lagu salah alamat, malah membuat saya menyukainya, terutama karena beat drum organiknya. Atau, Pixie Lott akan memilihnya dari 4 lagu terakhir yang menurut saya sedikit membosankan? Tentunya 'Raise Up' dan 'Bang' tidak masuk hitungan. Sedangkan 'Leaving You' dan 'Cry and Smile' lebih cocok sebagai lagu penutup ibadah gereja daripada album ini. Hey, I got nasty with Pixie!
Rendy Tsu (@rendytsu) saat ini bekerja sebagai Music Publicist salah satu perusahaan rekaman terbesar di Indonesia.
(mmu/mmu)











































