'Days Are Gone' Haim: Band Keluarga yang Multi-Instrumentalia

'Days Are Gone' Haim: Band Keluarga yang Multi-Instrumentalia

- detikHot
Rabu, 29 Jan 2014 11:20 WIB
Days Are Gone Haim: Band Keluarga yang Multi-Instrumentalia
Jakarta - Mungkin Mordechai dan Donna tidak pernah menyangka bahwa ketiga anak perempuan mereka akan menjadi seperti saat ini. Berawal dari sebuah band keluarga bernama Rockinhaim yang meng-cover lagu-lagu The Eagles dan Santana, mereka jadi primadona lokal scene indie Valley, Los Angeles. Para hipster mengelu-elukan nama belakang (keluarga) mereka ketika mereka menjadi pembuka band selevel Mumford & Sons dan Florence and The Machine.

Haim adalah nama keluarga sekaligus nama band yang dipakai oleh Danielle, Este, dan Alana ketika mereka mencoba membakar panggung dengan ritme yang menakjubkan. Album penuh pertama, 'Days Are Gone' yang berhasil menahan laju album baru Justin Timberlake di tangga lagu Inggris menarik perhatian saya untuk mempelajari ketiga rocker wanita ini lebih dalam.

Danielle Haim (24, gitar/vocal), Este Haim (27, bas, harmoni, vocal), Alana Haim (21, keyboard, harmoni, vocal) punya segala hal yang membuat mereka menjadi brand new band paling dicari saat ini. Ketiganya perempuan, multi-instumentalia, memainkan musik indie campuran Fleetwood Mac dengan Bootylicious milik Destiny’s Child, bernyanyi staccato dan perkusi di sana-sini –istilah yang saya gunakan ketika kata 'genre' sudah tidak sanggup lagi mendeskripsikan seperti apa sebenarnya musik mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak yang membandingkan Haim dengan Fleetwood Mac (terlepas dari cerita bahwa mereka tumbuh besar dengan classic rock 70s milik Momma dan Papa Haim), padahal isi playlist mereka jauh lebih modern dari itu. Tapi, referensi Fleetwood dkk memang terlalu kuat. Dengarlah 'Go Your Own Way', hits lawas berusia 37 tahun, lalu putar 'Running If You Call My Name' di album ini. Haim menerjemahkan bahasa rhythm ke dalam lagu dengan cara yang biasa dilakukan Mick Fleetwood.

Pengaruh R&B juga tidak bisa dielakkan; sering mereka bernyanyi berlapis seperti trio Beyonce, Kelly Rowland, dan Michelle Williams versi kulit putih (tapi Anda bisa membedakan suara ketiganya di 'The Wire'). Salah satu nomor hip-hop favorit, 'My Song 5', bisa jadi lebih bagus jika ada rapper yang bersedia mengisi salah satu part-nya. Sedangkan, 'Days Are Gone' buat Anda yang menyukai kadar R&B yang lebih tinggi.

'Don't Save Me', perkenalan maya pertama saya dengan musik mereka, berbicara tentang kekecewaan. 'If I Could Change Your Mind' punya chorus potensial, tapi saya juga suka ide ketukan pada hi-hat yang berlebihan itu. Apalagi, riff gitar klasik ciamik dalam 'Let Me Go'. Haim adalah kakak-beradik yang penuh irama dan hebat dalam urusan ketukan.

Satu per satu di setiap nomor di album ini memiliki daya tarik yang unik. Tapi, untuk nomor favorit, "I'll run away if you call my name / I'll keep running if you come my way" dari 'Running If You Call My Name' yang dipersembahkan untuk sahabat yang telah meninggal, Sammi Kane Kraft, tetap memberikan kesan yang paling mendalam bagi saya.

Rendy Tsu (@rendytsu) music director, album reviewer dan music editor.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads