Haim adalah nama keluarga sekaligus nama band yang dipakai oleh Danielle, Este, dan Alana ketika mereka mencoba membakar panggung dengan ritme yang menakjubkan. Album penuh pertama, 'Days Are Gone' yang berhasil menahan laju album baru Justin Timberlake di tangga lagu Inggris menarik perhatian saya untuk mempelajari ketiga rocker wanita ini lebih dalam.
Β
Danielle Haim (24, gitar/vocal), Este Haim (27, bas, harmoni, vocal), Alana Haim (21, keyboard, harmoni, vocal) punya segala hal yang membuat mereka menjadi brand new band paling dicari saat ini. Ketiganya perempuan, multi-instumentalia, memainkan musik indie campuran Fleetwood Mac dengan Bootylicious milik Destinyβs Child, bernyanyi staccato dan perkusi di sana-sini βistilah yang saya gunakan ketika kata 'genre' sudah tidak sanggup lagi mendeskripsikan seperti apa sebenarnya musik mereka.
Β
Banyak yang membandingkan Haim dengan Fleetwood Mac (terlepas dari cerita bahwa mereka tumbuh besar dengan classic rock 70s milik Momma dan Papa Haim), padahal isi playlist mereka jauh lebih modern dari itu. Tapi, referensi Fleetwood dkk memang terlalu kuat. Dengarlah 'Go Your Own Way', hits lawas berusia 37 tahun, lalu putar 'Running If You Call My Name' di album ini. Haim menerjemahkan bahasa rhythm ke dalam lagu dengan cara yang biasa dilakukan Mick Fleetwood.
Pengaruh R&B juga tidak bisa dielakkan; sering mereka bernyanyi berlapis seperti trio Beyonce, Kelly Rowland, dan Michelle Williams versi kulit putih (tapi Anda bisa membedakan suara ketiganya di 'The Wire'). Salah satu nomor hip-hop favorit, 'My Song 5', bisa jadi lebih bagus jika ada rapper yang bersedia mengisi salah satu part-nya. Sedangkan, 'Days Are Gone' buat Anda yang menyukai kadar R&B yang lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Satu per satu di setiap nomor di album ini memiliki daya tarik yang unik. Tapi, untuk nomor favorit, "I'll run away if you call my name / I'll keep running if you come my way" dari 'Running If You Call My Name' yang dipersembahkan untuk sahabat yang telah meninggal, Sammi Kane Kraft, tetap memberikan kesan yang paling mendalam bagi saya.
Rendy Tsu (@rendytsu) music director, album reviewer dan music editor.
(mmu/mmu)











































