'PRISM' Katy Perry: Menantang Sang Ibu Monster dengan Materi yang Gelap

'PRISM' Katy Perry: Menantang Sang Ibu Monster dengan Materi yang Gelap

Rendy Tsu - detikHot
Rabu, 11 Des 2013 13:08 WIB
PRISM Katy Perry: Menantang Sang Ibu Monster dengan Materi yang Gelap
Jakarta - Dalam resensi sebelumnya, saya membahas sedikit tentang album Lady Gaga 'ARTPOP' yang dirilis tidak lama sebelum album terbaru milik Katy Perry ini keluar. Di satu sisi Lady Gaga meleburkan ARTPOP dengan kesenian avant-garde dan budaya pop; di sisi lain, album tersebut menginspirasi Katy Perry untuk menciptakan senjata mematikan bernama 'PRISM'.

Sejak single pertama mereka yang dirilis hampir bersamaan --'Roar' milik Katy Perry dan 'Applause' milik Lady Gaga-- sudah terlihat siapa yang memegang kendali. Katy Perry berhasil mengalahkan Lady Gaga di tangga lagu Billboard 100, namun belum berarti isi albumnya lebih baik dari album Sang Ibu Monster.
Β 
Di 'PRISM', Katy Perry membawa kembali dream team-nya. Bersama Dr. Luke dan Max Martin sebagai kombinasi yang tak terkalahkan --sukses membuat remaja di berbagai belahan dunia tergila-gila dengan dunia fantasi, permen berputar dan kucing ungu bernama Kitty Purry lewat 'Teenage Dream' (2010)-- mereka kini merekam sesuatu yang lebih gelap.
Β 
Single pertamanya 'Roar' sukses berderam menjadi lagu ke-8 Katy Perry yang mencicipi puncak tangga lagu Billboard Hot 100, walaupun diawali oleh beberapa orang yang nyinyir membandingkan lagu ini dengan 'Brave' milik Sara Bareilles. Sedangkan, 'Legendary Lovers' menceramahi Anda tentang karma, mantra, dan infinity.
Β 
Walaupun PRISM terdengar lebih dewasa dan rapuh dibandingkan rekaman Katy sebelumnya, DNA lama masih terasa, seperti pada 'Birthday' yang merupakan persembahan Katy Perry untuk dirayakan setiap hari. Dan, track keliling dunia 'International Smile' ("From Tokyo/ to Mexico / to Rio") masih serupa dengan era 'Teenage Dream', kecuali bagian solo vocoder-nya.

Lady Gaga punya 'Dope' di ARTPOP, Katy Perry punya 'Unconditionally' di PRISM. Lagu ekspresif dengan super-chorus dan entakan drum yang membuat setiap orang yang mendengarnya bergidik. One of my favourites (and Katy's).

Suara Katy Perry berubah rendah di 'This Is How We Do' dengan "Mariah Carey-oke"-nya. Sedangkan, 'Walking On Air' yang terinspirasi dari euro-dance/house era 90-an mirip lagu 'Nightcrawlers - Push The Feeling On' yang ditambah lead-vocal lebih banyak.
Β 
Dari dulu hingga sekarang, patah hati memang selalu menjadi isu yang paling sensitif untuk dijadikan sebagai inspirasi sebuah lagu. Katy Perry sedikit curhat tentang kehancuran rumah tangganya dengan Russel Brand di lagu 'Ghost' dan 'By Grace of God'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baik PRISM dan ARTPOP masing-masing memiliki materi yang sama-sama kuat. Saya menyukai keduanya. Tapi, seperti pertandingan tinju, pertandingan ini harus berakhir dengan satu pemenang, tanpa TKO. Dan, ketika perhitungan nilai, Katy Perry berhasil menang tipis dari Lady Gaga. Teng!

Rendy Tsu (@rendytsu) music director, album reviewer dan music editor.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads