'If You Wait' London Grammar: Musik Dini Hari

'If You Wait' London Grammar: Musik Dini Hari

Yarra Aristi - detikHot
Jumat, 15 Nov 2013 15:24 WIB
If You Wait London Grammar: Musik Dini Hari
Jakarta - Sebagian besar orang mungkin cukup mendengarkan lagu pop dengan lirik-lirik resah dan bimbang untuk broken heart anthem mereka. Oke, setidaknya pada awalnya. Tapi, ketika sudah telalu sering diputar dan didengar, maka hilang sudah esensi lagu tersebut, walaupun awalnya penuh arti.

Lirik yang menohok saja memang tidak cukup. Gabungan dari lirik indah, aransemen yang tepat, serta nyanyian yang penuh soul akan memberikan kesan tersendiri. London Grammar, trio asal Nottingham, Inggris yang digawangi Hannah Reid, Dot Major, dan Dan Rothman ini dapat memberikan hal itu.

Terus terang, lagu pertama yang saya dengarkan adalah single ketiga mereka yang berjudul 'Strong', dan track tersebut adalah lagu yang membuat saya memutar album 'If You Wait' terus-terusan dan dalam waktu singkat jatuh cinta pada hampir seluruh materi dalam album tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lirik yang rapuh, nyanyian yang terdengar sendu adalah daya tarik dari mereka. Serasa mendengarkan galaunya The xx namun lebih melodius dan lebih soulful. Adalah karakter vokal dari Hannah Reid yang menjadi fokus utama dalam tiap lagunya.

Vokal Hannah merupakan satu instrumen penting yang terjalin pas dengan instrumen lainnya (mayoritas detak drum lembut dan synthesizer tipis) yang rata-rata memang sengaja dibuat tidak rumit. Reid, yang konon melantunkan nyanyian mengenai pengalaman pribadi di masa mudanya terdengar sangat tulus lewat suaranya yang menghantui sekaligus hangat.

Dibuka dengan 'Hey Now', sebuah track indietronic mengawang diiringi oleh petikan gitar elektrik dengan echo dan beat halus, track ini mewakili hampir seluru materi lagu mereka yang seolah paling pas didengarkan ketika dini hari tiba. Dingin dan berkabut.

Menyusul 'Stay Awake' dengan intro berisi ambience nan teduh lalu dilengkapi dengan beat trip hop. Liriknya pun manis: I am the blank page before you, I am the fine idea you crave/ I live and breathe under the moon, and when you cross that bridge I’ll come find you/ Stay awake with me, you know I can’t just let you be/ Stay awake with me, take your hand and come and find me...

Pada track 'Strong', dengan range suara cukup luas nyanyiannya mampu membuat merinding. Lirih dan indah, lebih menyerupai rintihan yang indah. Lalu ada 'Metal & Dust' dan 'Shyer'; lagu dengan aransemen trip hop ini menampilkan karakter suara Reid yang lebih lantang, sering sekali terdengar menyerupai Florence Welch.

'If You Wait' mulai diproduksi tidak lama sejak London Grammar merilis track pertama mereka di Youtube dan pada akhirnya album ini dirilis awal September lalu.

Album ini langsung bertengger di posisi 2 UK Albums chart ketika baru dirilis dan sukses terjual sebanyak lebih dari 33.000 copy di minggu pertama. Tak mengherankan apabila banyak yang menyebut mereka sebagai the next big thing, karena 'If You Wait' tidak hanya terkesan jujur dan personal, mereka juga tahu bagaimana mengemas lagu galau dengan aransemen yang sangat kekinian dan catchy.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads