Tujuhbelas tahun bukanlah umur wajar bagi seorang gadis untuk dapat memainkan musik layaknya reinkarnasi Feist. Tapi, itu tidak berlaku bagi Birdy yang telah melakukan hal itu bahkan beberapa tahun sebelumnya. Pada umur 12 ia sudah memenangkan Open Mic UK, dan 2 tahun kemudian bikin heboh dengan meng-cover lagu hits Bon Iver, 'Skinny Love' secara mengesankan.
Ketika gadis-gadis remaja lainnya sedang kebingungan memilih gaun yang akan dipakai ke pesta prom-night pada umur 17 tahun, Birdy merilis album kedua, berjudul 'Fire Within'. Bisakah Anda bayangkan apa yang akan terjadi pada 'burung kecil' ini 2 atau 3 tahun ke depan?
Birdy bukan lagi gadis yang pandai menyanyikan lagu orang lain. Ia telah tumbuh menjadi remaja dengan level musikal yang semakin tinggi. Di dalam 'Fire Within', ia memamerkan 11 lagu yang ditulisnya sendiri bersama dengan beberapa penulis musik terkenal seperti Ryan Tedder si frontman One Republic, hits-maker Dan Wilson, penyanyi Sia Furler dan Ben Lovett dari Mumford & Sons yang sebelumnya pernah kerjasama dengan Birdy dalam lagu 'Learn Me Right' untuk film animasi Pixar 'Brave'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, tensi album mulai menurun dengan hadirnya lagu-lagu penguras air mata seperti 'All You Never Say', 'Strange Birds', dan 'No Angel'. 'Strange Birds' ditulis Birdy bersama Sia yang terkenal sebagai salah satu penyanyi downtempo paling dicari saat ini. Di antara lagu-lagu tersebut, ada 'Maybe' yang sepertinya dimaksudkan sebagai pelengkap keceriaan. Namun, dengan penempatannya yang tidak pas, lagu tersebut justru menjadi bumerang penghancur mood yang sedang dibangun oleh album ini. Untungnya terselamatkan berkat 'Shine', yang menutup 'Fire Within' sekaligus mengukuhkan Birdy sebagai penulis lagu super berbakat.
Album ini menampilkan kemajuan signifikan dibandingkan album perdana Birdy. Memang belum bisa dibilang sebagai album yang luar biasa cemerlang, tapi untuk sebuah permulaan, 'Fire Within' sudah lebih dari cukup. Seperti panggilannya, Birdy bukan lagi burung kecil istimewa yang menunggu di sangkar emas. Ia sudah belajar bagaimana mengepakkan sayap kecilnya. Menulis lagu yang baik bukanlah perkara mudah, tapi ia sanggup melakukannya. Tinggal menunggu sebentar lagi hingga si burung kecil terbang melintasi dunia.
Rendy Tsu (@rendytsu) music director, album reviewer dan music editor.
(mmu/mmu)











































