Dari London, Inggris, hadir sebuah band berbahaya beranggotakan 4 perempuan, yakni Jehnny Beth (vokal), Gemma Thompson (gitar), Ayse Hassan (bass), dan Fay Milton (drum). Savages, begitu mereka menamakan diri, merupakan sekelompok perempuan berbalut baju serba hitam bersosok androgini. Bukan sekedar berpakaian hitam-hitam dan terkesan keren, musik mereka pun terdengar sangar dan tidak main-main.
Savages membuat benak kembali mengingat masa kejayaan postpunk, ketika bisa dibilang energi dari Siouxsie and the Banshees melakukan kawin silang dengan atmosfer yang dahulu disuguhkan oleh Joy Division dan Bauhaus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βShe will enter the room/ She will enter the bed/ She will talk like a friend/ She will kiss like a manβ¦ You got to get used to it/ Give your heart a little kick/ βCause she will, she will, she will....β begitu teriak Beth pada 'She Will' yang seolah meminta Anda memandang perempuan dengan cara yang tidak lagi sama.
'I Am Here' merupakan track dengan distorsi nan tajam menyalak, gebukan drum gahar, bersatu padu menghasilkan kesatuan yang membuat merinding. Klimaks terjadi pada track 'Husbands' yang bertensi tinggi. Beth menyanyi dengan lantang dan berkata, βI woke up and I saw the face of a guy β¦ His presence makes me feel all elated/ Itβson the final hour of myself/ God I wanna get rid of it/ My house, my bed, my husbands/ Husbands, husbands, husbandsβ¦β diiring aransemen yang seolah mengajaknya berpacu.
Hanya pada track terakhir 'Marshal Dear' mereka tampil sangat berbeda. Ini adalah sebuah lagu dengan dentingan piano dan tiupan saksofon dengan nuansa yang kalem tapi di saat bersamaan terdengar mencekam berkat lirik nan tajam, βI hope youβre breathing your last breath, Of Marshal Dear/ And you will die, you will die soon/ I give you a quarter of an hour, Oh Marshal Dear/ Canβt you see Iβm winning....β Bagaikan sedang menyaksikan psychological thriller dengan soundtrack yang sempurna.
Bukan hanya jempol yang perlu diacungkan untuk mereka, perlu ada penghormatan lebih kepada para perempuan yang jarang terlihat tersenyum ini. Pejamkan mata Anda, dengarkan Savages menyalak dengan galak. 'Silence Yourself' merupakan album dengan aransemen yang tertata sempurna, hampir tiada cela. Begitu bersemangat, begitu liar, dan penuh energi. Anda akan merasakan panas, dan diliputi peluh fiktif begitu selesai mendengarkan album ini secara lengkap.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































