Dan, 12 tahun pun berlalu, setelah era 'Fever To Tell' (2003), 'Show Your Bones' (2006), dan 'It's Blitz!' (2009), kini mereka kembali dengan 'nyamuk' yang siap mengigit! Saya tidak bercanda, tapi itulah judul album keempat mereka, 'Mosquito'.
Sebelum dirilis, 'Mosquito' sudah menuai kontroversi di mana-mana karena sampul album yang dianggap buruk oleh beberapa pihak. Padahal, desain yang dibuat oleh animator kelahiran Korea bernama Beomsik Shimbe Shim itu dinilai Karen O (yang kebetulan juga setengah Korea) sangat baik dalam menyampaikan "pesan" dari 'Mosquito'. Namun, perkiraan Karen O kali ini tidak salah. Setelah resmi dirilis 12 April lalu, 'Mosquito' menyedot begitu banyak perhatian publik yang menanti-nanti sound sesungguhnya dari 'nyamuk' kecil itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga 'Subway', lagu tentang New York City, kota tempat Yeah Yeah Yeahs berasal. Kemudian, mereka menunjukkan keahlian menulis lagu dalam track 'Mosquito' dengan penggalan lirik terbaik, "They can see you, but you can't see them", dan track berjudul 'These Path' yang berujung menjadi lelucon, "These pants rubbed off against, against".
Nick unjuk gigi dalam lagu berjudul 'Area 52', dan 'Buried Alive' yang menampilkan rap dari Dr. Octagon yang merupakan alter-ego Kool Keith. Sedangkan, Brian menunjukkannya pada pattern perkusi dalam lagu 'Always'. Ditambah, rekomendasi track psikedelik dari saya yang berjudul 'Under The Earth' sudah cukup dijadikan alasan untuk membeli album ini.
'Mosquito' menggunakan pendekatan lo-fi, lebih raw serta banyak terpengaruh roots reggae. Banyak delay dengan sound bass tebal yang mendominasi. Secara keseluruhan, album ini terdengar jauh lebih terencana dibandingkan album pendahulunya. Sayangnya, 'Mosquito' dinilai belum mampu menandingi kesuksesan 2 album perdana mereka, 'Fever To Tell' (2003) dan 'Show Your Bones' (2003). Namun, kali ini saya tidak setuju.
Album ini lebih dari sekedar 'nyamuk' yang meninggalkan gatal-gatal kecil tidak berarti. Tak percaya? Anda harus mencoba digigit oleh 'Mosquito'!
Rendy Tsu (@rendytsu) music director radio, album reviewer dan blogger yang mendedikasikan tulisannya untuk musik.
(mmu/mmu)











































