Dirilis pada 8 Maret 2013, 'What About Now' langsung eksis di No.1 chart Billboard 200 pada minggu pertama kemunculannya. Tidak seperti rocker lainnya yang berbicara tentang obat-obatan, alkohol, dan seks, di album ini mereka malah lebih banyak bercerita tentang kebebasan, cinta, wanita, perjuangan hingga liberalisme.
Urutan pertama dari 12 track pengisi album ini adalah 'Because We Can', stadium-rock anthem paling membumi di sini. Walaupun melodi gitar Richie Sambora terdengar terlalu βcemenβ untuk musisi sekelasnya, lagu ini tetap menjadi andalan dari album ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balada medium-love-rock 'Iβm With You', dengan bagian terbaik saat Jon menyanyikan "If I got one thing, I got something to prove/we all got nothing if thereβs something to lose," mengingatkan saya pada beberapa karya klasik The Beatles. Sepenggal lirik senada yang membuat Anda akan terus teringat dengan lagu ini.
Glam rock 80-an akhirnya bertransformasi menjadi modern-rock mirip U2 di lagu yang menjadi judul album, dan 'Picture of You' tanpa menghilangkan ciri tipikal Bon Jovi yang kental.
Track ke 5 berjudul 'Amen'. Jangan terkecoh dengan judulnya, karena lagu ini sama sekali tidak memuat embel-embel religius. Lepas dari hal itu, petikan gitar Sambora yang minimalis menjadi latar belakang untuk vokal Jon yang menggema "amen". Anda akan terenyuh mendengarnya.
Setelah menjadi laki-laki galau yang mendambakan kekasihnya di lagu 'Amen', Jon kemudian menjelma prajurit perang yang tidak kenal menyerah dalam lagu 'Army of One', dengan lirik repetitif "never give up" yang menggugah semangat.
'The Fighter' menutup album ini dengan melankolis; track penyegar telinga untuk Anda yang mendengar dari awal album ini. Sebuah lagu sang pejuang yang dibalut dengan sentuhan akustik, sedikit folk dan vokal Jon yang simple.
Untuk ukuran rocker yang sudah mempunyai ratusan katalog rekaman, 'What About Now' tidak lebih dari album tur yang singkat. Walaupun, tetap saja, album ini sudah mempunyai segala hal yang diperlukan untuk sebuah album rock: kharismatik, dengan sentuhan balada drama cinta di dalamnya. Sayangnya, tidak ada materi yang sanggup mengembalikan hits sepanjang masa seperti 'Livin on The Player', 'Itβs My Life', 'Always' atau 'Have a Nice Day'.
Rendy Tsu (@rendytsu) music director radio, album reviewer dan blogger tulisannya untuk musik.
(mmu/mmu)











































