Untuk pria muda seusianya, pilihan konsep musiknya cukup menarik. Dengan modal suara bagus dan konsep musik unik di tengah hangar-bingar electronic dance music seperti sekarang ini, eksistensi Yannick Bovy sebetulnya cukup menonjol. Namun, sayang sekali sebagian besar gaya menyanyi serta karakter lagunya sangat menyerupai Buble.
Dalam debut album yang bertajuk 'Better Man', Bovy tidak sekaligus menyuguhkan lagu sendiri. Ia membawakan ulang lagu lama milik The Beatles 'All My Loving', 'Under My Skin' milik Frank Sinatra, 'I Wanna Be Around' milik Tony Bennett, dan beberapa lagu cover version lainnya (termasuk 'Fly Me to the Moon', 'My Cherie Amour', dan 'L.O.VE.'), namun juga menyertakan lagu sendiri sebagai perkenalan yang canggung. Padahal, lagu-lagu miliknya sendiri sangat bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tidak tahu alasan apa yang membuat Yannick Bovy menyertakan begitu banyak cover version dalam album perdananya. Jadinya, album ini seolah merupakan sebuah perkenalan yang sungguh malu-malu. Sangat disayangkan, mengingat Bovy memiliki suara yang sungguh mirip penyanyi senior yang jelas sudah jauh lebih sukses dan terkenal. Semoga 'Better Man' bukan hanya berupa album tunggal dalam sepanjang karier Yannick Bovy. Dan, semoga untuk saat ini ia bisa membuktikan bahwa ia bukan semata-mata Michael Buble KW2 saja.
Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































