Ia mengakui bahwa album barunya ini banyak terinspirasi dari Stevie Wonder, George Benson, Wouter Hamel, (dan tentunya) Jamie Cullum serta John Mayer. Memang, dua nama terakhir tersebut selama ini disebut-sebut sebagai pengaruh terbesarnya. Bahkan oleh sebuah media besar di Filipina, Calvin Jeremy disebut-sebut sebagai "The John Mayer of Asia". Apakah itu harapan yang berlebihan, album ini yang akan membuktikannya.
Terlepas dari semua hal itu, penyanyi bertubuh mungil ini membuktikan bahwa album ini memang merupakan interpretasi yang baik tentang konsep dirinya yang berbeda dengan ribuan musisi di luar sana. Dibandingkan dengan album debutnya, 'Calvin Jeremy' tampak lebih matang dari segi vokal dan musiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua lagu di album ini ditulis sendiri oleh Calvin Jeremy, termasuk lagu yang dijadikan single jagoan pertama, 'Berdua'. Lagu ini didedikasikan untuk setiap pasangan yang sedang dilanda cinta. Tidak lupa, 'Akhir Waktu' yang dibalut dengan lirik romantis akan membuat Anda dan pasangan seketika bersenandung bersama.
Jika Anda mendengar dari awal sampai akhir, maka Anda akan setuju jika 8 lagu yang disuguhkan mempunyai garis merah yang sama, sebuah pop-jazz yang loveable, fun, sesekali galau khas anak muda. Sebuah album yang menarik untuk didengar sendirian atau apalagi bersama pasangan. Tentunya Anda tidak akan kecewa selama 31 menit yang romantis ala Calvin Jeremy ini.
Rendy Tsu penulis, blogger dan pecandu social media, mendedikasikan tulisannya untuk musik.
(mmu/mmu)











































