Namun, ia sangat menghindari komunikasi langsung dengan media. Ia menolak keras untuk melakukan wawancara langsung dengan media apapun. Sebagai gantinya, ia berkomunikasi melalui jejaring sosial seperti Twitter dan Tumblr, tempat ia secara rutin merilis berita terbaru mengenai musiknya.
Hal menarik yang dapat Anda temukan dalam musik The Weeknd adalah nuansa R&B yang berbeda. Lagu-lagunya cenderung bercerita mengenai kisah yang berhubungan dengan narkoba dan seks, surrounding-nya pun sungguh mendukung. Synth sebagai instrumen dasar yang muncul dalam nada rendah di hampir setiap lagunya, selalu menemani senandungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada track pertama 'Echoes of Silence' hadir lagu bertajuk 'D.D.' yang ketika didengarkan lebih seksama lagi merupakan cover version dari 'Dirty Diana' milik Michael Jackson yang terkenal pada 1988. Satu lagu yang mungkin lebih mudah diterima oleh telinga kebanyakan adalah 'Montreal', yang terdengar layaknya musik R&B pada umumnya, catchy dan sensual macam Ne-Yo, Drake, dan Trey Songs.
Track ketiga adalah 'Outside' yang bercerita bagaimana ia merindukan hubungan intim dengan seseorang yang spesifik. Seksi sekaligus jujur nan merana. Namun, setelah 3 lagu tersebut di awal, pengaruh Massive Attack dan Tricky mulai merasuki jiwa Tesfaye. Simak 'XO/ The Host' yang bercerita mengenai kekasihnya yang terpuruk akibat cintanya kepada kehidupan hedonis.
Bisa ditilik dari liriknya yang lugas, "... Blame it on the nightlife, just donβt blame it on me that you wanna come and party with a nigga like me/ ... And it seems like youβve been stressinβ, especially when your nose red from that K, special Diet Coke...."
'Initiation' mungkin track yang paling mencekam di album ini. Di sini Tesfaye mengandalkan auto-tune yang dibuat naik turun, sehingga menciptakan karakter suara berbeda-beda, macam mendengarkan lantunan orang dengan banyak kepribadian. Sisanya adalah lagu-lagu dengan bebunyian yang bikin Anda membayangkan seorang laki-laki di sebuah gang gelap yang kumuh, penuh dengan wanita tuna susila serta pemadat. Yes, itβs that gloomy!
Yarra Aristi, pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.
(mmu/mmu)











































