Album 'Lioness: Hidden Terasures' bukan dimaksudkan untuk menjadi album ketiga setelah 'Frank' (2003) dan 'Back to Black' (2006). Album ini merupakan kompilasi rekaman-rekaman yang tidak lolos seleksi, yang pada akhirnya dirilis untuk mengenang sosok Amy Winehouse yang pergi terlalu cepat.
Adapun orang-orang yang menyeleksi lagu-lagu untuk album ini adalah Salaam Remi (yang membantu Winehouse dalam pembuatan album 'Frank') dan teman sesama musisi Mark Ronson. Sementara itu foto yang dijadikan sampul album merupakan hasil jepretan Bryan Adams pada 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu hal yang membuat terenyuh adalah karakter bernyanyi Amy Winehouse yang menggugah perasaan sedih, terlebih ketika ia menyanyikan lagu lawas 'Will You Still Love Me Tomorrow?' dengan aransemen soul yang juga sendu. Atau, Anda bisa mengerti maksud saya ketika mendengarkan 'Tears Dry on Their Own' versi original yang lebih murung.
Penulisan lirik yang banyak mengandung unsur sarkastik, pilu, kadang berbahasa apa adanya, bisa Anda dengar dalam 'Half Time'. Bernuansa R&B, lagu ini bercerita tentang sakit hati yang dalam, dan bagaimana seorang perempuan masih memiliki gengsi untuk tidak menunjukkan perih di hati, lantas berdalih menikmati elemen lagu dengan seksama untuk meresapi apa yang ia rasakan.
Aransemen drum ditambahkan oleh Questlove untuk menyempurnakan lagu tersebut. Ia pun yang mengarang lagu 'Wake Up Alone' yang lirih, serta 'Best Friends, Right?', sebuah lagu berirama ceria namum berlirik sinis dan memang ditujukan untuk seorang sahabat yang mengingkari kesetiannya.
Jika Anda masih rindu akan kehadiran Amy Winehouse, 'Lioness: Hidden Treasures' merupakan album kompilasi yang mewakili perpisahan dengannya. Memang tidak sesempurna 'Back to Back' namun saya rasa cukup untuk mengenangnya, untuk selamanya.
(mmu/mmu)











































