Album \'Birdy\': Indie Cover Version yang Syahdu

ADVERTISEMENT

Album 'Birdy': Indie Cover Version yang Syahdu

- detikHot
Rabu, 14 Des 2011 11:18 WIB
Jakarta - Rumusan dalam membuat sebuah cover version lagu sebetulnya tidak semata-mata menyanyikan ulang dengan aransemen musik yang lebih modern atau beat yang beda. Tingkat kesuksesan seorang artis dalam mengaransemen ulang lagu terletak pada bagaimana si artis dapat melakukan interpretasi terhadap lagu-lagu yang akan dinyanyikan ulang tersebut.

Satu contoh sukses adalah seorang penyanyi berusia 15 tahun yang memperkenalkan dirinya dengan nama Birdy ini. Album debutnya memang sebagian besar cover version, namun dengan twist dan karakter yang sangat kental. Vokalnya yang lirih dan cenderung membuat suasana mencekam bagaikan perkawinan silang antara Fiona Apple, Feist, dan Ellie Goulding. Pilihan lagu-lagunya cukup berat dan juara. Ia menyanyikan ulang lagu-lagu indie yang kurang "terkenal".

Birdy membuka album ini dengan '1901' milik Phoenix. Belum ada kejutan yang berarti pada lagu ini. Namun ketika Anda mendengarkan lagu berikutnya, yakni 'Skinny Love' milik Bon Iver, this is when the magic happens. Perempuan bernama asli Jasmine van den Bogaerde ini menyanyikannya dengan suara falsetto-nya yang lirih, menghasilkan sebuah track yang syahdu.

Begitupun ketika ia mengumandangkan 'People Help the People' milik penyianyi asal Inggris Cherry Ghost, dan mengubahnya lagu yang memang bertema sedih ini menjadi lebih mencekam. Sementara jika Anda penyuka 'White Winter Hymnal' milik Fleet Foxes, ia menyanyikannya dengan aransemen yang didominasi denting piano dan dentuman drum dengan echo lembut, membawa keindahan lagu ini ke level yang lebih tinggi.

Masih banyak lagu yang ia persembahkan di sini, seperti 'District Sleeps Alone Tonight' milik Postal Service, 'Young Blood' milik Passion Pit, 'Comforting Sounds' milik Mew, dan satu nomor folk rock klasik 'Fire & Rain' milik James Taylor. Lantas ia menutupnya dengan salah satu track dari The National, yaitu 'Terrible Love', menjadikan album ini sebuah kelongsong yang apik dengan isi yang lengkap dan indah.

Satu hal yang disayangkan ketika mendengarkan album ini secara keseluruhan: betapa perempuan ini memiliki bakat yang hebat dan karakter yang kuat dan potensial untuk menjadi bintang. Alangkah baiknya apabila ia lebih percaya diri dan membuat lebih banyak lagu sendiri untuk dipersembahkan. Semoga untuk ke depannya ia dapat membuat lagu sendiri yang tak kalah berbobot dari apapun yang sudah ia nyanyikan ulang di album ini.

Ya, saya rasa materi di self-titled album ini sudah cukup untuk memantapkan karakter Birdy untuk album keduanya suatu hari nanti.


(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT