Album perdana mereka, yang berjudul sama dengan namanya, menyuguhkan konsep folk pop dalam standar yang berbeda dari para pelaku folk pop sebelumnya, semisal Iron & Wine. Fleet Foxes bagaikan gabungan Simon & Garfunkle dan Bob Dylan dalam kadar lebih manis, dibalut berlapis-lapis vokal mengawang, serta petikan gitar yang lembut. Album ini mendapatkan apresiasi bagus dari berbagai chart dunia, mendapatkan posisi 1 di 10 Best Albums of the Year oleh Billboard (2008), pun menduduki nomor 1 di 50 Best Albums of the Year yang dipilih oleh Pitchfork Media.
Namun kelihatannya dalam album kedua ini Pecknold terlalu terbuai dengan nyanyian syahdunya sehingga beberapa track terdengar sepi, terlalu sepi bahkan. Kemegahan yang terdapat dari lapisan-lapisan vokal seperti pada lagu 'He Doesn't Know Why', atau 'White Winter Hymnal' pada album pertama, tidak muncul dalam 'Helpless Bluess' ini. Sebagai gantinya, mereka mempersembahkan kesunyian yang amat larut dan cenderung biasa dari segi aransemen. Contohnya 'Someone You Admire' dan 'Blue Spotted Tail'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah pertanyaan lantas tercetus selesai mendengarkan album ini. Apakah Pecknold akan terus mengayuh kano-nya ke sebuah tempat yang lebih indah, atau apakah kano tersebut akan berhenti di tengah danau, tidak bergerak dan lantas tenggelam? Jika Anda cukup terhibur dengan nyanyian-nyanyian kalem dan sepi, mungkin Anda akan sangat menyukai album ini. Namun ketika harapan menginginkan sesuatu yang lebih dari album perdana mereka, maka Anda pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk jujur mengakui keragu-raguan, apakah Anda akan suka album ini atau tidak.
(mmu/mmu)











































