Album 'Euphoric /// Heartbreak \\\' - Glasvegas: Secercah Sinar Pengusir Hantu

Album 'Euphoric /// Heartbreak \\\' - Glasvegas: Secercah Sinar Pengusir Hantu

- detikHot
Rabu, 27 Apr 2011 10:12 WIB
Album Euphoric /// Heartbreak \ - Glasvegas: Secercah Sinar Pengusir Hantu
Jakarta - Kabut tebal pelan-pelan mulai menyingkir dari dunia Glasvegas. Setelah mendapat sukses dari debut album dan satu EP natal berjudul 'A Snowflake Fell (And It Felt Like a Kiss)' pada 2008, Glasvegas kembali dengan album EUPHORIC /// HEARTBREAK \. Kali ini secercah sinar sepertinya sudah mulai hinggap di dunia mereka.

Album kedua selalu menjadi hantu yang siap melibas sebuah band yang memiliki album pertama yang sukses. Selain itu, ada beberapa kejadian yang kurang mengenakkan menimpa Glasvegas. Salah satunya kegagalan manggung di Coachella Music Festival 2009 karena sakit dan kelelahan berlebih akibat jadwal tur yang panjang. Lainnya, keluarnya drummer Caroline McKay dengan alasan pribadi.

Untuk menghindari hantu album kedua, band asal Glasgow yang beranggotakan James AllanΒ (otak band dan vokal), Rab Allan (gitar), Paul Donoghue (bass) and Jonna LΓΆfgren (drum) menggandeng Flood, seorang produser handal yang sudah biasa menangani U2, Depeche Mode, Smashing Pumpkins, PJ Harvey dan banyak lagi. Drummer baru juga memberi nuansa yang lebih segar dengan gaya drumming yang konvensional dibanding gaya Moe-tucker dari Caroline McKay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Album ini dibuka dengan narasi dibalut bebunyian sci-fi khas sang produser, berjudul 'Pain Pain Never Again' yang menceritakan tentang sakitnya James karena tur panjang di atas. Lalu, nuansa robotik, new-wave dan optimisme mulai menghinggapi Glasvegas di berbagai lagu seperti terdengar pada 'The World is Yours', 'You', dan 'Shine Like Star' yang beraksen seperti The Killers.

Pemilihan single pertama 'Euphoria, Take My Hand' sangat tepat untuk menjembatani album pertama yang gelap dengan album kedua yang lebih cerah, walaupun liriknya masih tetap muram --Heartbreak, I’m not holding your hand any more, Why can’t you understand? Euphoria, take my hand --Β  yang penuh harap seperti lirik-lirik di album pertama.

Lagu yang paling stand-out di album ini adalah 'Dream Dream Dreaming' yang begitu megah dan atmospheric. Lagu ini sepertinya dibuat untuk mengantisipasi kalau a suatu saat mereka manggung di sebuah stadion besar.

Ditutup dengan sebuah narasi yang dibacakan oleh ibunda James Allan pada lagu 'Changes', rasanya sudah cukup amunisi yang disiapkan oleh Glasvegas untuk menghindari "kutukan" album kedua. Belum lagi dia sampai menepi ke sebuah rumah pantai di Santa Monica, California untuk menulis semua lagu di album ini. Lalu, apakah cukup dengan secercah sinar mereka dapat mengusir hantu tersebut?Β 



Reno Fauzi, pernah menjadi pelaku di dunia musik sebagai pemain bass dari band The Miskins, serta wartawan musik di sebuah webzine. Walau kini bekerja di bidang farmasi, tak surut passion-nya terhadap musik. Ia bisa dijumpai di konser-konser band internasional yang digelar di Indonesia maupun luar negeri.


(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads