Ivory, Bukan Band Cafe

Ivory, Bukan Band Cafe

- detikHot
Senin, 21 Mar 2005 12:30 WIB
Ivory, Bukan Band Cafe
Jakarta - Ivory, nama band yang cukup filosofis. Mengambil jalur musik pop alternatif, band asal Bandung ini agak anti tampil di Cafe."Belum siap memainkan musik kami di cafe." Begitulah alasan Triesh yang menjabat sebagai vokalis band tersebut. Belum siap dalam arti tak ingin musik mereka berubah sesuai dengan keidealisan pemilik cafe.Pilihan yang cukup masuk akal. Toh, pilihan tersebut tak mempengaruhi banyaknya tawaran untuk tampil di bazaar anak SMA (sejenis Pentas Seni a la Bandung). Nama mereka malah naik daun karena tampil dari panggung ke panggung anak SMA tersebut.Bagaimana sejarah band ini bisa eksis sampai sekarang? Ivory lahir berkat garapan empat anak muda yang ingin terjun di dunia band. Triesh (vokal), Raja (gitar), Erick (drum) dan Ebu (bass) membentuk Ivory pada Oktober 2001. Mereka sepakat menggunakan nama 'Ivory' yang bermakna filosofis, 'tak ada gading yang tak retak'. "Ya, kita-kita menyadari bahwa kita sebagai personel tak lepas dari yang namanya kekurangan. Tapi kita tetap berusaha untuk selalu merekatkan kebersamaan kita," tutur Triesh kepada detikhot.Dan dalam perjalanannya, tahun 2002 Ivory berhasil membuktikkan keberadaannya. Usaha mereka mengirimkan demo berbuahkan hasil. Ivory dikontrak oleh Blackboard. Awal 2003 mereka merilis album perdana bertajuk 'Kita Tak Pernah Satu'. Setelah rilis album, Ivory semakin terkenal di kota Bandung. Dan kini mereka tengah menyiapkan album kedua dan tur konser 12 kota pada Mei mendatang. Mereka berharap tur tersebut mampu menerbangkan sayap Ivory ke Surabaya, Semarang, Denpasar dan Makassar. (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads