Climbers Se-Indonesia Ngumpul di "National Open Speed Climbing Competition"
Minggu, 10 Apr 2005 13:05 WIB
Jakarta - Panjat dinding saat ini bukan dianggap lagi sebagai olahraga untuk para pecinta alam saja. Anak-anak muda berusia belasan tahun ternyata mulai menggandrunginya juga.Hari Sabtu (9/4/2005) terlihat puluhan anak-anak muda berusia 14-18 tahun ngumpul di Stadion Olahraga Sumantri Brojonegoro Kuningan. Mereka datang buat ikutan National Open Speed Climbing Competition (NOSCC) yang diadain sama anak-anak Splash Climber Kemang.Selain anak-anak berusia 14-18 tahun, di NOSCC juga dilombakan panjat dinding untuk kategori pro alias para pemanjat yang sudah memiliki prestasi FPTI (Federasi Pemanjat Tebing Indonesia). Mereka-mereka inilah yang biasanya berasal dari klub-klub pecinta alam.Lomba dimulai sejak pukul 10:00 WIB dan berakhir pukul 19:00 WIB. Ketua panitia acara ini, Panji Susanto, mengklaim bahwa ada 200 orang yang ikut NOSCC. Para peserta lomba tidak hanya datang dari Jakarta, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Sulawesi, Yogyakarta, Surabaya dan kota-kota lainnya."Kita membuat acara ini untuk memasyarakatkan olahraga memanjat. Soalnya masyarakat selama ini tahunya olahraga panjat dinding untuk kalangan pecinta alam aja. Padahal sekarang olahraga ini sudah dianggap sama seperti olahraga-olahraga lainnya," ujar Panji yang juga atlet memanjat Nasional.Lomba panjat dinding yang diadakan di Kunignan itu bukanlah lomba pertama yang diadakan di Indonesia. Di hari yang sama, bahkan sejak dua hari kemarin, di Banjarmasin juga sedang berlangsung panjat dinding tingkat nasional. Hanya saja menurut Panji, lomba-lomba panjat dinding seringkali tidak terekspos di media, jadi olahraga ini terlihat kurang diminati.Banyaknya anak-anak muda yang ikutan NOSCC bisa jadi bukti kalau panjat dinding mulai disukai oleh kalangan non pecinta alam. Anak-anak itu terlihat antusias mengukiti lomba. Apalagi NOSCC bagi mereka bisa jadi ajang pembuktian latihan yang mereka lakukan selama ini.Hal yang kurang lebih sama juga jadi alasan untuk kalangan pro (para atlet dan pecinta alam) mengikuti NOSCC. Selain menambah pengalaman, mereka juga bisa menambah teman karena bertemu sesama pecinta alam dari daerah lain."Tapi kalau gue ikut lomba ini juga ngejar hadiahnya. Apalagi hadiahnya lumayan besar," ujar Adi Warsito, peserta NOSCC untuk kategori pro asal klub pecinta alam Makopala Universitas Budi Luhur.Seperti yang dikatakan oleh Adi di atas, total hadiah yang diperebutkan di NOSCC memang lumyan besar yaitu Rp 20 juta. Selain itu menurut Panji, sang Ketua NOSCC, selain hadiah uang, para atlet pro yang ikut NOSCC peringkatnya pun akan naik di FPTI jika berhasil menang di lomba ini. (eny/)











































