Haqata From Broadway To Aceh: Pensi Terakhir SMP BM 400
Minggu, 27 Feb 2005 16:52 WIB
Jakarta - Haqata tahun 2005 ini ternyata jadi tahun terakhirnya pensi yang digelar sama anak-anak SMP BM 400. No more Haqata next year!.Satu hal yang patut disayangkan memang kalau Haqata benar-benar tidak diselenggarakan lagi tahun depan. Pasalnya pensi yang digelar anak-anak SMP Bakti Mulya 400 itu cukup diminati oleh beberapa remaja Jakarta.Walaupun penontonya tidak mencapai puluhan ribu seperti Carasel atau Klassix, Haqata yang diselenggarakan Sabtu, (26/2/2005) kemarin diserbu kurang lebih 1500 remaja berusia 12-18 tahun. Para penonton yang mendonominasi Haqata sebagian besar adalah anak-anak SMP yang sekolahnya berlokasi di kawasan Jakarta Selatan, sebut saja SMPN 19, SMPN 56, SMP Muhammadiyah 3 dan beberapa sekolah SMP lainnya.Jumlah 1500 juga dapat dianggap lumayan mengingat pensi nya anak-anak BM 400 itu tidak menggunakan nama-nama band besar untuk menarik massa. Justru band-band yang biasanya hanya jadi band-band featuring di pensi-pensi, seperti Saint Loco dan The Brandals malah menjadi daya tarik Haqata.Dengan tema From Broadway To Aceh panitia ingin menunjukkan kalau acara yang mereka gelar bukanlah sekedar untuk hura-hura. Dari harga tiket masuk Rp 17500, sebagian kecilnya yaitu Rp 2500 disumbangkan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Aceh. Panitia juga melakukan penggalangan dana di lokasi acara melalui pengedaran kotak-kotak amal.Untuk lebih mengingatkan penonton akan bencana di Aceh 26 Desember silam, panitia juga membawa seorang ibu dengan tiga anaknya yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami. Ibu yang berprofesi sebagai guru di Aceh tersebut sempat menghenyak penonton Haqata dengan cerita serta tangisannya di atas panggung.Namun kesedihan pastinya tidak terus di gulirkan oleh anak-anak SMP BM 400, sesudahnya tampil berturut-turut Andika jebolan Indonesian Idol, grup musik The Brandals dan Saint Loco yang menjadi penutup acara.Menurut Rama salah satu panitia yang bertugas sebagai koordinator publikasi, Haqata tahun ini akan menjadi pensi terakhir yang digelar oleh anak-anak SMP BM 400. Mengingat setiap tahunnya acara itu membuat konsentrasi belajar anak-anak BM menurun, pihak sekolah merasa perlu menyudahi Haqata. "Dulu pernah kita buatnya hari Minggu, terus hari Senin nya banyak yang bolos. Terus kayaknya sih kata guru-guru bikin acara kayak gini nurunin prestasi belajar kita juga. Mungkin karena konsentrasi kita terpecah," tutur Rama saat ditemui detikhot, Sabtu (26/2/2005).Sebenarnya dihentikannya Haqata memang menjadi satu hal yang patut disayangkan. Selain udah memasuki tahun ke tiga penyelenggaraan, Haqata merupakan satu dari sebagian besar pensi yang cukup sukses digelar oleh anak-anak SMP. Semoga aja tahun depan SMP BM 400 tetap bisa bikin Haqata... (eny/)











































