"Kita sedang menyelidiki ini. Karena sepertinya terlihat kecenderungan ada yang berusaha memprovokasi sehingga terjadi ketegangan," ujar humas Lion Air, Hasyim Arsal kepada detikhot via ponselnya baru-baru ini.
Pihak Lion Air berkeras bahwa yang melakukan tindak kekerasan terhadap kru pelantun hits 'Hanya Ingin Kau Tahu' itu bukanlah karyawannya. Pihak yang bertikai disinyalir adalah grownhandling, orang ketiga yang dipekerjakan untuk membantu petugas Lion Air di bandara.
Repvblik telah melayangkan surat somasi pada Lion Air, 1 September 2008 lalu. Kejadian pengeroyokan terhadap kru band asal Bogor itu berlangsung 30 Agustus 2008 lalu di bandara Fatmawati, Bengkulu.
"Saya belum terima somasi itu. Kita akan menyelidiki bahwa ini tidak ada hubungannya dengan karyawan kami. Kalau ini mau dilanjutkan, moga-moga ada penyelesaian yang lebih baik," jelas Hasyim. (yla/eny)











































