"Saya tahu kalau penggemar musik jazz Indonesia lebih menyukai jazz yang ngepop. Tapi saya yakin kalau aksi saya akan membuat penggemar jazz Indonesia ketagihan melihat aksi saya," tuturnya dalam jumpa pers di Black Cat Jazz Supper Club, Arkadia Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (25/4/2008).
Chris mengakui kalau musiknya sedikit asing di telinga penggemar jazz Indonesia. Si trumpetist itu menyebut musiknya lebih ke arah instrumental.
Promotor yang mendatangkan Chris Botti, Rico Lagi dari RL Productions optimis musisi asal Oregon, Amerika Serikat itu diminati. Meski harga tiketnya cukup mahal antara Rp 600 ribu sampai Rp 2,5 juta, konser yang digelar di Balai Kartini itu diyakini tetap ramai.
"Ketika dia bermain di beberapa negara sebelum di Indonesia itu sambutannya sungguh luar biasa. Musiknya dia itu memiliki keunikan tersendiri," yakinnya.
Berminat menyaksikan aksi Chris Botti? Tiketnya dapat dibeli di sini. (eny/eny)











































