"Ya komunikasi kita pakai bahasa nyamuk. Jadi ya pakai musik aja gitu," ujar Kaka, vokalis Slank ditemui di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2008) malam.
Dalam album yang dibuat bersama The Big Hip ini, Slank sumbang kreativitas 50%. Sisanya adalah karya dari The Big Hip. Kendati berbeda bahasa, Slank tidak kesulitan berkomunikasi dengan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pokoknya kita lebih ke bahasa nyamuk aja. Kalau musiknya kira-kira nggak enak, mereka geleng-geleng. Tapi kalau musiknya enak, mereka acungin jempol," jelas Kaka seraya tertawa.
(yla/yla)











































