Liar dalam kamus pecinta ZATPP bukan harus berjingkrak atau bahkan moshing. Konser yang digelar sejam lebih di Goethe Haus, Menteng, Jakarta Pusat itu membuat jiwa penonton liar.
Tak dipungkiri faktor teknis banyak menghambat acara ini. Dari mulai konser yang terlambat satu jam dari opening gate (pukul 18.00 WIB) hingga suara tak penting di setiap lagu. Bahkan microphone yang mati kemudian nyala sebentar dari mati lagi pun mewarnai konser.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau teknis okelah gue nggak puas, tapi dari sisi chemistry main, puas banget," ujar Imam Fattah (gitar) kepada detikhot serusai konser, Sabtu (19/1/2008).
Tangan Imam bahkan sampai keram saking serunya mencabik gitar di pentas. Hal senada pun dituturkan Zeke dan juga Mugeni serta Yudi.
Kendati masalah teknis terlihat kacau balau di sana-sini, penonton tak peduli. Konser ZATPP kali ini memang tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, tapi juga teater dengan tokoh utama Tankface (tokoh dalam sampul album ZATPP).
Di sisi kiri pentas, tersedia ruang kecil untuk Tankface berpantomim. Membuat sebuah naskah cerita hidupnya, yang diiringi musik ZATPP. Digambarkan Tankface adalah seorang pria necis berwajah tank mengenakan jas,dasi dan topi sedang bersantai di rumah.
Lama-lama kekacauan terjadi pada dirinya. Jiwanya terganggu setelah tahu ia sendirian di rumah tersebut. Anak istrinya pergi entah kemana. Sesekali Tankface memaksa penonton melihat foto seorang anak kecil dalam pigura sederhana.
Setting di ruang keluarga berganting dengan ruang makan. Tankface duduk sendiri berusaha menikmati roti, tapi apa yang ia dapat. Kegelisahan akan kesendiriannya muncul lagi. Ia kembali murka, kursi, meja serta tumbukan berkas pekerjaannya pun berhamburan dibantingnya.
Sementara emosi Tankface makin meninggi, musik ZATPP pun makin menggila. Berkisah tentang rasanya sendirian, kesepian, emosi yang bergejola tanpa rem.
Penonton terus dipacu untuk mengikuti setiap detil kisah yang disuguhkan. But, it's work. Decak kagum terus bergema di seisi ruang yang dipenuhi sekitar 500 orang penonton.
Mereka lupa bahwa dengung sound yang nyasar dan mic mati sebenarnya adalah masalah besar. Penonton tak peduli dan terus liar melontarkan tepuk tangan.
Ibarat sebuah film, konser ini memiliki alur yang lambat, ini karena tiap jeda lagu, para kru harus memastikan semua alat berfungsi. Sedikit membosankan, namun tertutup dengan rasa penasaran ingin tahu aksi apa yang selanjutnya ditampilkan ZATPP dan Tankface.
Beberapa musisi lagi juga terlihat sangat menikmati konser ini. Sebut saja David 'Naif' dan Jimmy 'The Upstairs'. Agum Gumelar sekeluarga juga menyaksikan konser ini. Wajar saja, Zeke alias Harris Kaseli adalah putra mantan Menpora itu.Β Kembali ke konser, ZATPP sama sekali tidak mengecewakan. Bravo!
(yla/yla)











































