Grup musik Dadali membagikan pengalaman tak mengenakkan saat tampil di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diKalimantan. Kondisi udara yang buruk membuat para personel mengalami gangguan pernapasan hingga membutuhkan bantuan oksigen setelah tampil di atas panggung.
Vokalis Dadali, Dyrga, mengatakan ketebalan asap di lokasi konser sudah sangat mengganggu pernapasan. Ia bahkan mengaku baru menyanyikan satu lagu sudah merasakan sesak napas.
"Kalimantan kondisinya masih parah, tapi yang saya bikin heran warganya tuh sudah santai gitu loh. Saya sendiri nyanyi di sana baru satu lagu langsung sesaklah, butuh oksigen. Kalau warga sana jadi saya bingung gitu, jadi kayak sudah terbiasa gitu, padahal itu nggak sehat gitu bagi pernapasan, takutnya kena ISPA," kata Dyrga di Studio Pagi-Pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dyrga, kondisi di lokasi pertunjukan terasa semakin berat karena aroma kayu terbakar yang sangat pekat. Upaya pemadaman menggunakan water bombing dari helikopter juga disebut membuat asap semakin tebal di sekitar area.
"Pekat asapnya. Jadi semakin disiram pakai helikopter semakin menguap dia. Uh, baunya bau kebakaranlah. Gimana sih kalau pohon-pohonan dibakar, nah kayak gitu," ujarnya.
Gangguan pernapasan tersebut rupanya tidak hanya dirasakan oleh personel Dadali. Musisi lain yang tampil dalam agenda yang sama juga mengalami kondisi serupa. Dyrga menyebut grup musik Slank turut merasakan sesak napas akibat kepungan asap.
"Kita perform hampir sesak napas. Kita sudah sesak napas sih, nggak kuat kita. Sesak napas dan memang ngerasa harusnya jangan dulu ya bikin kayak gitu, tunggu selesai. Kemarin di depan kita bareng Slank juga sama, mereka ngalamin gitu juga saya," bebernya.
Dyrga kemudian merasakan efek dari kondisi udara tersebut setelah turun dari panggung. Selain sesak napas, ia mengaku mengalami pusing yang diduga berkaitan dengan kondisi pernapasan. Ia pun berinisiatif membeli tabung oksigen di apotek.
"Sesak, sesak. Sudahnya agak pening kepala karena mungkin oksigennya sudah berbeda gitu. Jadi saya selesai itu inisiatif saja saya pakai oksigen. Langsung saja beli di apotek gitu. Santai-santai saja," pungkasnya.










































