Sosok Didin Marlin, Musisi di Balik Sentuhan Gitar Lagu Populer Nadin Amizah

Sosok Didin Marlin, Musisi di Balik Sentuhan Gitar Lagu Populer Nadin Amizah

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 08 Sep 2026 13:58 WIB
didin marlin
Sosok Didin Marlin, Musisi di Balik Sentuhan Gitar Lagu Populer Nadin Amizah. (Foto: ist)
Jakarta -

Nama Didin Marlin mungkin tidak selalu berada di garda depan panggung, tetapi jejak musikalnya melekat kuat dalam karya-karya populer penyanyi, salah satunya Nadin Amizah. Terbaru, gitaris ini kembali memamerkan kepiawaiannya dengan mengisi part gitar akustik dan elektrik pada dua lagu di album terbaru Nadin Amizah, yakni Laika, Kau Mudah Dicinta dan Ditemukan Sebuah Bangkai.

Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari kerja sama kreatif Didin Marlin bersama Nadin Amizah dan sang produser, Rifan Kalbuadi. Sebelumnya, pria asal Sulawesi itu juga menjadi sosok di balik instrumen gitar pada dua hits populer Nadin, Semua Aku Dirayakan dan Kekal.

Bagi Didin, keterlibatannya dalam empat lagu Nadin Amizah di dua periode karya berbeda ini bukanlah sesuatu yang dirancang sejak awal, melainkan tumbuh secara alami dari proses diskusi dan eksplorasi musik. Sebagai seorang musisi, ia menekankan pentingnya memahami esensi dari setiap lagu sebelum menuangkan gagasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap lagu punya dunianya sendiri. Jadi ketika mengerjakan atau terlibat di musik orang lain, saya berusaha memahami dulu dunia itu, baru kemudian mencari kira-kira apa yang bisa saya tambahkan tanpa membuatnya kehilangan karakter," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

Musisi yang juga aktif bereksperimen dengan musik eksperimental dan pengolahan suara ini menilai bahwa kontribusi seorang gitaris tidak selalu harus menjadi bagian yang paling dominan dalam sebuah lagu. Menurutnya, permainan instrumen bisa berfungsi sebagai tekstur, warna, hingga ruang pendukung yang memperkuat keseluruhan komposisi karya.

"Dari Semua Aku Dirayakan hingga karya-karya terbarunya bersama Nadin, perjalanan musikal ini menjadi ruang untuk belajar dan mendengar," tuturnya.

Bagi Didin Marlin, proses kreatif bersama para kolaboratornya bukan sekadar soal pencantuman nama di kredit lagu, melainkan tentang bagaimana setiap pertemuan mampu melahirkan kemungkinan baru dalam bermusik.



(mau/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads