×
Ad

Tantangan Kreator Baru di Industri TikTok

prih febriani - detikHot
Minggu, 02 Agu 2026 17:55 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Industri TikTok Live di Indonesia terus mengalami perubahan. Jika beberapa tahun lalu pertumbuhan lebih banyak ditopang meningkatnya jumlah host dan pengguna baru, kini persaingan mulai bergeser pada kualitas konten, kemampuan membangun komunitas, hingga profesionalisme para kreator.

Founder dan Owner Bringsal Management, Nurhamid, menilai perubahan tersebut membuat creator tidak lagi cukup hanya tampil di depan kamera. Mereka dituntut memiliki karakter, kemampuan komunikasi, serta konsisten membangun hubungan dengan audiens.

"Kalau dulu hampir siapa pun yang berani live punya peluang berkembang karena jumlah creator masih terbatas. Sekarang persaingannya jauh lebih ketat. Viewer memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kualitas hiburan dan interaksi yang diberikan host," kata Nurhamid dalam keterangannya dilihat, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, ukuran kesuksesan di TikTok Live juga mulai berubah. Jika sebelumnya battle, gift besar, dan jumlah penonton menjadi tolok ukur utama, kini komunitas yang loyal justru menjadi aset paling berharga bagi seorang host.

"Host yang mampu membangun hubungan emosional dengan penonton dan menjaga interaksi secara konsisten cenderung memiliki perkembangan yang lebih berkelanjutan," ujar pria kelahiran Ciamis, 11 Agustus 1995 ini.

Perubahan tren tersebut turut mendorong hadirnya agensi yang berperan sebagai pendamping para kreator. Bringsal Management, misalnya, memilih fokus membangun ekosistem yang membantu talent berkembang melalui pelatihan, evaluasi performa, hingga coaching secara personal.

"Melalui agensi, dampak yang dihasilkan jauh lebih luas. Kami tidak hanya membangun satu kreator, tetapi membantu banyak orang berkembang bersama. Setiap orang memiliki potensi sukses jika mendapatkan arahan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat," jelas Nurhamid.

Di sisi lain, ia mengakui kreator pemula masih menghadapi berbagai tantangan saat mulai melakukan siaran langsung. Mulai dari rasa kurang percaya diri, sulit mendapatkan penonton awal, hingga belum memahami strategi live streaming yang efektif.

Tak sedikit host baru yang melakukan kesalahan mendasar, seperti menunggu penonton ramai sebelum aktif berbicara, tidak memiliki konsep siaran, terlalu fokus meminta gift, hingga kurang berinteraksi dengan audiens.

"Kesuksesan di TikTok Live lebih ditentukan oleh konsistensi daripada viral sesaat. Kreator harus terus belajar, mengevaluasi performa, dan membangun hubungan yang baik dengan penontonnya," katanya.

Kedepan, Nurhamid optimistis industri live streaming di Indonesia akan semakin matang. Menurutnya, algoritma platform akan lebih mengutamakan engagement, retensi penonton, dan pengalaman audiens dibanding sekadar jumlah penonton.

"Persaingan akan bergeser dari kuantitas ke kualitas. Profesionalisme kreator akan menjadi faktor utama. Karena itu, peran agensi juga akan semakin strategis dalam mendampingi kreator membangun karier yang berkelanjutan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Bocoran Mobil Baru Meluncur di GIIAS 2026"

(wes/mau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork