Jika hari pertama (23/11) sebanyak 15.000 penonton diperkirakan memadati Istora Senayan, Jakarta Selatan, di hari kedua (24/11) 20.000 penonton memadati Jak Jazz. Angka yang sama pun diperoleh di hari terakhir. Bahkan lebih dari jumlah tersebut.
Seperti hari sebelumnya, konser dibuka sejak sore hari. Musisi-musisi jazz Indonesia membuka perjumpaan. Tiba-tiba pukul 20.00 WIB sebuah panggung kecil diserbu massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di pukul 23.00 WIB penonton dibuat pusing. Empat panggung besar menampilkan 4 musisi yang sama-sama punya nama. Bali Lounge, Tompi & Groovology, Kool and the Gang juga Bubi Chen - Ermy Kulit - Margie Segers memecah konsentrasi penonton.
Tiba-tiba di sebuah panggung kecil Buzz Attack mencuri perhatian. Band yang digawangi 5 orang pemain bass itu membuat penonton terbuai. Belum lagi ternyata para pemainnya bukanlah wajah baru di dunia musik. Adalah Barry Likumahua putra dari musisi jazz kenamaan, Benny Likumahua yang jadi pentolan.
Sejak awal penampilan tak henti-hentinya mereka dihujani tepuk tangan. Tapi beberapa diantaranya malah berdiam diri, karena terpana. Sesaat kemudian perhatian massa teralih lagi. Di sudut lain Bali Lounge mulai berteriak dengan musik. Tompi & Groovology menyusul kemudian di sisi tempat yang berbeda. Seperti biasa, Tompi tak membiarkan penonton pulang dengan pikiran kosong.
Masih dikawal dengan dua vokalis baru di Indonesia, Ari dan Bibus, Tompi tampil mengenakan kemeja dengan topi andalannya. Beberapa lagu melantun. Dari 'Salahkah' hingga lagu milik Stevie Wonder 'I Just Call to Say I Love' juga 'Love'.
Di sudut lain Bubi Chen pun menarik perhatian. Kedua pertunjukan ini cukup memuaskan penonton yang tak bisa menonton Kool and the Gang. Band sukses Amerika itu tampil dengan seragam kemeja putih. Jangan lihat umur mereka, penampilannya tak kalah dari para penari Agnes Monica.
Sepanjang penampilan mereka semua bernyanyi dan menari. Tak peduli ia vokalis, pemain gitar ataupun peniup saxophone. Umur boleh tua tapi tidak semangat mereka. Penampilan mereka ini menjadi penutup ajang tahunan musisi jazz ini dengan manis. Empat puluh tahun kebersamaan Kool and the Gang semakin matang menepis rasa penasaran pecinta musik jazz akan penampilan mereka. Sampai jumpa tahun depan!
(yla/yla)











































