Konser Megadeth, Ajang Nostalgia Penggemar Musik Cadas

Konser Megadeth, Ajang Nostalgia Penggemar Musik Cadas

- detikHot
Jumat, 26 Okt 2007 03:58 WIB
Konser Megadeth, Ajang Nostalgia Penggemar Musik Cadas
Jakarta - "Ini benar-benar konser nostalgia," celetuk seorang penonton usai menyaksikan aksi Megadeth di lapangan Tennis Outdoor, Senayan, Jakarta, Kamis malam (25/10/2007). Dan memang benar, suasana konser jauh dari kesan kekerasan yang biasanya identik dengan hingar-bingar musik cadas yang dimainkan Megadeth. Kebanyakan penonton saling menyapa di arena berlapis terpal yang becek karena hujan deras yang mengguyur Jakarta di siang harinya. Reuni kecil-kecilan antara kawan satu SMA atau satu kampus pun terjadi, diiringi pelukan bersahabat yang biasa dilakoni kawan yang lama tak berjumpa. Megadeth memang grup musik cadas, tapi masa kejayaan mereka boleh dibilang sudah lama berlalu. Grup trash metal yang dipelopori oleh Dave Mustaine (mantan personil Metallica) ini menikmati puncak kejayaan mereka di akhir 1980-an dan awal 1990-an, mulai dari album 'Peace Sells... But Who's Buying?' (1986) hingga 'Countdown to Extinction' (1992) yang meraih double platinum. Malam itu, Dave Mustaine dkk. pun tampil buas, dengan cabikan dan garukan gitar khas trash metal mereka mampu mengobati kangen penggemar musik cadas di Jakarta. Aksi body surfing sejenak pun sempat dilakoni beberapa penonton di area moshpit.Namun, meski cadas, Megadeth tak lagi menguras. Dimulai sekitar pukul 20:30 WIB, pada sekitar pukul 22:00 Megadeth sudah melemparkan pick gitar dan memberi salam perpisahan pada penonton. Waktu yang 'hanya mampir' itu pun tak cukup untuk menguras habis-habisan energi para penggemar. Tapi bukan berarti penonton tidak puas. Malam itu Megadeth membuka penampilan mereka dengan 'Sleepwalker' (United Abominations/2007). Kemudian ini disusul nyaris tanpa jeda dengan nomor klasik 'Take No Prisoner', 'Wake Up Dead' dan 'Skin O'My Teeth'. Setelah membawakan empat lagu, baru Dave menyapa para penonton tanpa berusaha mengucapkan sepatah katapun dalam Bahasa Indonesia. Secara keseluruhan, Dave memang tak banyak ngobrol, hal itu diakuinya memang sebuah kesengajaan. "Saya tak banyak omong malam ini. Saya memang banyak omong di luar, tapi saat konser, menurut saya kalian pasti ingin mendengarkan musik, bukan orang ngoceh nggak jelas," tutur Dave di salah satu jeda. Di kesempatan lain, Dave terdengar cukup 'bangga' karena Megadeth sudah dua kali datang ke Jakarta. Agaknya Indonesia di luar negeri masih lekat dengan citra sebagai negeri yang berbahaya, baik dari sisi bencana alam maupun aksi terorisme. (wsh/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads