Ario Setiawan membuat proyek solo di luar band-nya, Lyla. Ia menelurkan single religi yang juga pas untuk dinikmati saat Lebaran bertajuk Jangan Marah.
Ario menceritakan Jangan Marah jadi lagu yang menyentuh relung hati. Sebab single itu disebut sebagai refleksi mendalam tentang hubungan antar manusia, tentang luka kecil yang dibiarkan tumbuh, tentang gengsi yang menghalangi maaf, dan tentang keberanian untuk kembali membuka hati.
"Kadang yang sulit bukan meminta maaf, tapi menurunkan ego. Lewat lagu ini, saya ingin mengajak semua orang untuk pulang dengan hati yang bersih," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan Marah bernuansa Melayu. Dentingan instrumen tradisional berpadu dengan sentuhan produksi modern, menciptakan harmoni yang terasa klasik sekaligus relevan.
Ario Setiawan menulis langsung Jangan Marah bersama Aldi Nada, yang juga bertindak sebagai komposer. Sementara dari sisi produksi, proyek solonya berada di bawah arahan Azhar Kader dan dirilis melalui label Magic No7.
"Akhirnya setelah sekian lama direncanakan untuk punya single bertema religi, tahun ini bisa diwujudkan. Semoga karya ini jadi pembuka karya-karya selanjutnya," tuturnya.
Jangan Marah telah tersedia di seluruh platform digital streaming mulai hari ini. Ario berharap singlenya bisa menyentuh sisi spiritual dan kemanusiaan.
"Jangan Marah hadir sebagai pengingat bahwa musik tetap menjadi medium paling kuat untuk menyampaikan pesan tentang cinta, maaf, dan persatuan," katanya.
(mau/pig)











































