Inul Dilarang 'Ngebor' Pekanbaru
Rabu, 30 Agu 2006 17:04 WIB
Pekanbaru - Ratu Ngebor Inul Daratista dijadwalkan menggelar konser pada 9 September 2006 mendatang di Pekanbaru. Salah satu event organizer (EO) sudah mengurus surat izin ke berbagai instansi terkait guna menampilkan Inul sekaligus menjaring dana sosial. Tapi apes, si ratu yang kini menetap di Pondok Indah, Jakarta, itu dilarang keras tampil di Pekanbaru. "Kita sudah memberikan rekomendasi ke Pemkot Pekanbaru untuk tidak memberikan izin tampilnya Inul. Goyang ngebornya Inul, tidak cocok dengan tatanan agama islam dan tidak sesuai dengan budaya Melayu di daerah kita ini," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, DR Ilyas Hasfi saat dihubungi detikhot, Rabu (30/8/2006) di Pekanbaru. Ada tiga pertimbangan mengapa MUI memberikan rekomendasi untuk melarang Inul tampil. Pertama, kata Ilyas, masyarakat Riau 80 persen memeluk agama Islam. "Dalam urusan tampilnya Inul ini, kami menilai goyang 'ngebor' di atas panggung melanggar hukum agama Islam." Selanjutnya, Pemkot sendiri sudah membuat Perda bahwa kota Pekanbaru harus bersih dari segala bentuk aksi yang melanggar tatanan agama."Kalau goyang ngebor sendiri sudah kita nilai bagian dari pornoaksi, tentulah dengan sendirinya hal itu melanggar Perda," kata Ilyas. Pertimbangan terakhir, kata Ilyas, ada komentar Inul beberapa waktu lalu yang didengar oleh warga Pekanbaru. Inul dikabarkan suka tampil secara nekad. Ia bahkan tak segan menanggalkan busana. "Keputusan MUI untuk tidak memberikan rekomendasi ini sudah kita sampikan ke pemerintah kota. Bila nantinya Inul tetap tampil, seluruh ormas Islam akan melakukan reaksi keras," kata Ilyas. Namun demikian, keputusan MUI itu hanya untuk urusan Inul manggung. Tapi kalau Inul ingin jalan-jalan melihat Riau tanpa tampil di pentas, tentulah tidak ada hak untuk melarangnya. "Kalau Inul datang ke Pekanbaru siapapun tidak bisa melarangnya. Silahkan dia datang kalau ingin melihat-lihat kota Pekanbaru. Yang kita larang itu, hanya sebatas rencana tampilnya Inul untuk goyang ngebor di Pekanbaru," ujar Ilyas. Atas rekomendasi MUI ini, Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah akhirnya membuat keputusan untuk tidak memberikan izin atas tampilnya inul. "Kita tidak mengizinkan Inul konser di Pekanbaru. Pertimbangan ini kami ambil atas rekomendasi MUI," kata Herman. (ine/)











































