Armand Maulana Bicara Soal Aksi Fanatisme Fans Musisi Indonesia

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 06 Jan 2022 21:26 WIB
armand maulana
Armand Maulana Bicara Soal Aksi Fanatisme Fans Musisi Indonesia. (Foto: Pingkan Anggraini)
Jakarta -

Vokalis GIGI, Armand Maulana, menjelaskan aksi fanatisme Slankers yang pernah dialaminya. Armand Maulana mengaku pada tahun 90-an pernah dipertanyakan kepopulerannya oleh Slankers.

Saat itu, GIGI memang manggung bersama Slank dan Ari Lasso. Ketika GIGI hendak manggung, ketua dari Slankers yang hadir meminta agar kelompoknya itu duduk dan tak ikut meramaikan aksi panggung Armand cs itu.

"Kalau gue di tahun 90 sudah nggak era seperti itu (bentrok musik rock dan dangdut). Kalau era fanatisme iya, pasti," ujar Armand Maulana saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2021).

"Kayak misalkan Slankers, kan gue tur tuh bertiga, sama Ari Lasso, GIGI, Slank. Wah itu ibarat Persija-lah, 'ape nih, siapa nih GIGI?' Waktu itu di kota mana gitu. Si ketua Slankers-nya itu bilang 'duduk duduk!' nggak ada yang boleh diri pas GIGI main. Disuruh duduk tuh, satu lapangan bola gitu pada takut," cerita Armand Maulana.

Saat itu, GIGIKITA (sebutan nama penggemar GIGI) hanya bisa berdiam saja. Armand Maulana menyebut, GIGIKITA tak berani berkutik karena takut dengan Slankers.

Melihat hal itu, GIGI, Ari Lasso, dan Slank yang saat itu ada di sana hanya dapat tertawa heran saja.

"Ya ketawa-ketawa saja dulu. Malah ngetawain, 'ini apaan sih?'," tutur Armand Maulana.

Aksi fanatisme itu tak hanya dilakukan Slankers saja. Tapi Oi yang merupakan penggemar musik Iwan Fals, juga pernah melakukan hal serupa. Bahkan, Armand menyebut dahulu Oi lebih radikal.

Armand Maulana melanjutkan, hal yang akhirnya dapat memangkas aksi fanatisme itu adalah munculnya acara-acara musik di televisi.

Armand Maulana menyebut, acara musik seperti Dahsyat dan Inbox-lah yang akhirnya menyatukan penggemar musik.

"Dihancurkannya itu sama Inbox, Dahsyat gitu. Nah itu setiap hari Inbox, Dahsyat itu ada di televisi. Ketika itu Slankers dan Oi, ya tapi Oi itu lebih radikal sih. Tapi Slankers itu karena mungkin dicekokin setiap hari kali ya kayak Dahsyat, Inbox gitu ya ada (musik) dangdutlah, poplah, segala macam gitu nah mereka tuh jadi bias gitu," papar Armand Maulana.

"Nah sekarang mah kalau festival gitu (seperti), Soundrenalin gitu sudah santai saja. Slank nyanyi, ada Gigi, Dewa 19 nyanyi gitu," lanjutnya.

(pig/mau)