Viral Kerumunan Konser, Ini Alasan Superglad Terima Tawaran Manggung

Tim Detikcom - detikHot
Senin, 03 Mei 2021 14:38 WIB
Jakarta -

Video konser langsung dengan pengunjung berkerumun tanpa menggunakan masker beredar di media sosial. Diketahui acara tersebut bernama Manggung di Pasar yang berlangsung di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Superglad menjadi salah satu pengisi acara dalam konser tersebut. Ketika dihubungi detikcom, pihak Superglad menjelaskan, mereka bersedia terlibat dalam acara tersebut karena penyelenggara mengatakan telah mengantongi izin acara.

Manajemen Superglad juga mengungkapkan ketika meminta mereka tampil, pihak penyelenggara menjanjikan akan menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

"Kenapa kami mengambil event ini karena mereka (penyelenggara) menjamin sudah mengantongi izin baik secara keamanan maupun kesehatan," ujar manajer Superglad, Yuri, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (3/5/2021).

Yuri kembali menegaskan, "Kami mau menghadiri event tersebut juga karena event tersebut mengatakan mereka sudah sesuai dengan izin keamanan."

Pihak Superglad pun menegaskan selama berada di area acara berlangsung, mereka selalu patuh menggunakan masker kecuali saat bernyanyi di panggung.

"Kami memakai masker, saya juga selalu kepada personel yang hadir harus memakai masker dan saya juga menyiapkan hand sanitizer dan lain-lain. Kami juga concern akan COVID," jelas Yuri.

Terkait adanya kerumunan penonton yang terlihat hadir tanpa mengenakan masker, mereka mengaku tidak tahu menahu. Bagi Superglad, hal itu berada di luar kewenangan mereka yang hanya bertindak sebagai pengisi acara dan tidak terlibat dalam penyelenggaraannya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Pengawasan Dinas Parekraf DKI Jakarta, Iffan, mengatakan acara yang berlangsung di Cibis Park itu tidak mengantongi izin dari Disparekraf DKI Jakarta.

"Pertunjukan musik sampai dengan sekarang masih dilarang. Dipastikan kegiatan tersebut tidak memiliki izin atau persetujuan teknis dari kami," ujar Iffan pada wartawan, Senin (3/5/2021).

Iffan juga menegaskan bahwa Pemprov DKI masih melarang pergelaran kegiatan seni atau konser musik yang dilakukan secara langsung. Oleh karena itu, Iffan menyayangkan acara tersebut berlangsung di tengah larangan konser.

"Kecolongan atau tidak, yang jelas pihak mal harusnya tau bahwa kegiatan musik hidup terlarang selama Ramadhan," kata Iffan.

"Sekali lagi bahwa kegiatan berlangsung tidak ada rekom (rekomendasi) dari kami," tegas Iffan.

(srs/dar)