Seringai dan Danilla Bahas Seks dan Fiksi Ilmiah dalam Ishtarkult

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 03 Feb 2021 19:04 WIB
Seringai
Foto: Rendha Rais (dok. Seringai)
Jakarta -

Seringai mengeluarkan video klip dari lagu Ishtarkult yang menjadi single ketiga di album Seperti Api (2018). Dalam lagu bernuansa doom metal, ia kolaborasi dengan Danilla Riyadi.

Video klip tersebut berformat animasi 3D berdurasi 5 menit 20 detik yang digarap oleh Afterlab. Dalam animasi, dikisahkan seorang pemimpin sekte Sumeria dan para pengikutnya bertemu dengan Dewi Ishtar di gurun Mesopotamia.

Kedatangan dewi tersebut mereka harapkan bakal membawa harapan. Namun, alih-alih memperoleh untung, sang dewi justru menghanguskan mereka semua.

"Ketika menulis lagunya, temanya memang tentang seks. Gue menulis lirik terbayang dewi kuno Mesopotamia yang menurut mitologinya, dia adalah goddess of love and war. Liriknya lebih ke goddess of love, videonya lebih ke goddess of war," jelas vokalis Seringai, Arian, dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/2/2021).

Menurut Arian, dirinya sudah lama berimajinasi ingin membuat video klip dengan tema fiksi ilmiah. Kebetulan, dirinya memang sudah menggemari fiksi ilmiah sedari lama. Hanya saja, ia belum menemukan momentum yang tepat untuk mewujudkan video klip sebagaimana yang dia inginkan.

Suatu hari, Reza Permana dari Afterlab mengirimkan pesan berupa ajakan kerja sama disertai contoh animasi Si Kancil buatan studio miliknya itu. Kebetulan, Reza tengah ingin mengubah stigma animasi yang melekat dengan citra anak-anak.

Bagi Reza, Seringai adalah band yang tepat untuk menunjukkan bahwa animasi bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak.

"Dari dulu gue ingin punya video yang animasi tapi belum pernah kejadian dan belum nemu partner atau produser yang bisa gue ajak bikin video yang gue mau. Gue sendiri fans science fiction, gue sangat suka sci-fi dan gue ingin nerapin di Ishtarkult," cerita Arian.

Seringai di We The Fest 2018Seringai di We The Fest 2018. Foto: Pradita Utama/detikHOT



"Suatu hari gue lihat video animasi lokal, judulnya Si Kancil. Gue share ke anak-anak kayaknya seru nih. Gue punya jalan cerita yang sangat sederhana, kebetulan Khemod (Edy Khemod, drummer Seringai) kenal dan langsung mengkontak Afterlab," sambung dia.

Proses penggarapan video musik Ishtarkult memakan waktu kurang lebih empat bulan. Menurut Reza Permana, waktu tersebut memang dibutuhkan untuk membuat sebuah animasi yang apik. Pengerjaan animasi untuk Ishtarkult pun melibatkan puluhan orang.

"Kami coba dengan treatment yang agak berbeda, ada beberapa treatment dari teman-teman Seringai, itu sebenarnya 2D tapi ada outline 3D-nya. Kami pakai animator 20 orang, total yang ngerjain bisa sampe 30 orang dan ada spesifikasi masing-masing. Di empat bulan itu kami coba push, prosesnya tidak semudah itu," jelas Reza.

Cerita di Balik Ishtarkult

Ada cerita menarik dalam penggarapan lagu Ishtarkult. Ketika menyusun repertoire dari untuk album Seperti Api (2018), Seringai memang mencoba menyelipkan lagu dengan tempo sedang yang tidak terdengar menggebu seperti lagu lainnya.

Ketika mencoba menuntaskan lagu tersebut, Seringai mencoba mengajak Danilla Riyadi untuk memberikan warna baru sekaligus melengkapi lagu tersebut.

"Waktu itu kami ngebahas bersama sih, seru juga kalau ada lagu yang mid-tempo. Waktu itu kami lagi banyak dengerin (lagu yang) temponya segitu, nggak yang pelan banget, tetap bisa masuk kategori itu (lagu metal) dan ada vokal perempuan. Kami bikin bersama-sama dan tema seks itu sudah ada dari awal," ungkap gitaris Seringai, Ricky Siahaan.

"Kami berpikir, gimana bikinnya yang seksi. Kami coba bikin beat drum yang mencerminkan detak jantung orang ketika sedang berhubungan seperti apa. Ketika itu kami kepikiran, kayaknya Danilla aja, warna vokalnya sangat cocok. Dan keliatannya ada tema-tema yang nggak biasa seperti ini, ini kayaknya pas banget sama Danilla," sambung Ricky.

Danilla saat mengunjungi kantor detikHOT.Danilla saat mengunjungi kantor detikHOT. Foto: Asep Syaifullah

Ricky Sihaan mengatakan pada mulanya, dia mencoba memberikan gambaran pada Danilla tentang lagu tersebut. Tapi, menurut Ricky, tanpa arahan, Danilla telah mampu membuat vokal yang terasa pas untuk lagunya.

Meski tidak terlibat dalam pembuatan lagu tersebut, sebagai kolaborator, Danilla merasa diberikan ruang untuk bereksplorasi ketika merekam Ishtarkult.

"Ini beneran pertama kali bisa nyanyi di dalam musik seperti ini, langsung berasa jadi keren banget. Apalagi ketika dilihat dari musik yang ada di albumku sepertinya lumayan cross gitu," tutur Danilla.

Dia menyambung, "Ditambah dukungan ketika rekaman, energinya enak banget. Aku dibebasin ngasih hal-hal yang aku suka, oke gue diperbolehkan untuk join."

Sebelum mengeluarkan video klip Ishtarkult, untuk Seperti Api (2018), sebelumnya Seringai telah merilis dua video klip, yakni Selamanya dan Adrenalin Merusuh.

Video klip Ishtarkult dapat disaksikan esok hari, Kamis, 4 Februari 2021 mulai pukul 19.00 WIB.



Simak Video "Musisi Indonesia Ramai-ramai Petisikan RUU Permusikan"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/tia)