Cara Musisi Indonesia Tetap Kreatif di Masa Pandemi

Yudistira Imandiar - detikHot
Minggu, 20 Des 2020 10:24 WIB
Ivan Kurniawan Arifin alias Ivanka, personil Slank
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Industri kreatif menjadi salah satu sektor yang menerima dampak besar pandemi COVID-19. Berbagai pertunjukan seni, seperti konser musik, pameran karya seni, dan sebagainya tidak bisa digelar seperti biasa.

Kondisi tersebut membuat para pelaku seni dan kreatif mengalami penurunan pendapatan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, mereka harus memutar otak agar tetap bisa berkreasi dan menghimpun penghasilan.

Ivanka 'Slank' mengatakan di awal pandemi ia merasa kebingungan karena tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Agar kreativitas tidak tumpul, Ivanka bersama personil Slank lainnya mengalihkan aktivitasnya ke medium virtual.

"Di awal-awal pandemi sangat terasa sekali, karena kita gagap dengan kondisi dan dipaksa berkreasi tanpa harus bertemu langsung, tapi lewat virtual, lewat aplikasi Zoom, rekaman juga di rumah masing-masing. Cuma akhirnya lama-kelamaan ini jadi satu kebiasaan sebenarnya mengasyikan," kata bassis Slank itu dikutip dari situs satgascovid19.go.id, Minggu (20/12/2020).

Musisi bernama asli Ivan Kurniawan Arifin itu mengatakan pandemi COVID-19 memang memberikan berbagai keterbatasan. Namun, ada hikmah di baliknya, seperti merangsang para seniman untuk lebih kreatif.

"Justru di tengah pandemi ini, saya mengambil hikmahnya, seperti misalnya kondisi ini bisa menjadi bahan bakarnya kreativitas semua seniman. Karena semua seniman dapat banyak inspirasi yang tidak pernah didapat sebelumnya," imbuh Ivan.

Panggung virtual dikatakan Ivan menjadi salah satu alternatif untuk menghibur masyarakat dan membuat musisi tetap kreatif, walaupun tentunya tidak sepenuhnya bisa menggantikan pertunjukan langsung yang melibatkan banyak orang untuk proses produksinya.

Ivan mengungkapkan kendala utama penyelenggaraan konser virtual yaitu masalah teknis. Sebab, ini merupakan kali pertama bagi dirinya menjalankan konser virtual.

"Kendalanya adalah mulai membuat konser virtual untuk pertama kali, karena belum pernah ada sebelumnya. Kendalanya sebenarnya teknis. Ujung-ujungnya di teknologi. Alhamdulilah sekarang sudah bisa," cerita Ivan.

Musisi Denda Hendro juga mengungkapkan hal yang sama terkait tantangan bermusik di masa pandemi. Meskipun diwarnai berbagai kendala, Denda menyikapinya dengan tetap semangat.

"Tapi balik lagi bagaimana menyikapinya. Karena kita semua sedang menghadapi sesuatu yang baru. Yang penting jangan patah semangat dan jaga Kesehatan untuk terus berkarya," ungkap Denda.

Sementara itu, Ivan bercerita di masa pandemi penggemar selalu memberi dukungan agar para musisi tetap kuat dan selalu berkarya.

"Mereka tidak sampai marah namun tetap merasa ada yang hilang karena tidak ada konser off air," lanjut Ivan.

Denda menimpali, dukungan dari penggemar menjadi lecutan semangat untuknya terus berkreasi di masa pandemi.

"Teman-teman penggemar dan teman-teman di RANS Music juga memberi semangat untuk jangan putus berkarya. Pada akhirnya itu juga yang memotivasi aku untuk berkarya terus", imbuhnya.

Terkait pengadaan vaksin COVID-19 yang dilakukan pemerintah, Ivan mengapresiasi hal itu dan berharap vaksin bisa membuka harapan agar pandemi dapat berakhir.

"Dengan adanya vaksin ini menjadi harapan bagi kita. Program vaksin gratis itu keren sekali," kata dia.



Simak Video "1 Tahun Covid-19 dan Kisah Viral yang Menyusul"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)