Ada 100 Lagu Tidak Selesai yang Diciptakan HAIM Selama Pandemi

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 24 Nov 2020 11:27 WIB
LOS ANGELES, CA - APRIL 29:  (L-R) Recording artists Danielle Haim, Este Haim, and Alana Haim of HAIM attend the first annual Girls To The Front event benefiting Girls Rock Camp Foundation at Chateau Marmont on April 29, 2016 in Los Angeles, California.  (Photo by Matt Winkelmeyer/Getty Images)
HAIM. Foto: Matt Winkelmeyer
Jakarta -

Pandemi virus Corona mengharuskan sejumlah orang berada di rumah untuk mengurangi penyebaran penyakit tersebut. Masa-masa karantina itu rupanya dimanfaatkan oleh kakak-beradik yang tergabung dalam trio HAIM untuk membuat lagu.

Para personel HAIM bahkan mengatakan ada kurang-lebih 100 lagu yang mereka tulis semasa pandemi. Sayangnya, tidak semua lagu itu rampung.

Hal itu mereka kan ungkapkan dalam BBC Radio Show dan Music Life dikutip dari NME, Selasa (24/11/2020). Dari 100 lagu yang mereka buat, kira-kira hanya ada lima lagu yang berhasil menjadi lagu yang utuh.

"Aku menulis lagu sepanjang hari. Termasuk lagu-lagu yang aku buat di dapur, aku memiliki sekitar 100 lagu," kata Este Haim.

Dia lalu melanjutkan, "Aku merasa sedikit sulit untuk menjadi kreatif di waktu-waktu seperti sekarang ini."

"Aku memulai banyak lagu, tapi aku lalu menyadari betapa sulitnya menyelesaikan lagu di saat ini," tutur dia lagi.

Belum lama ini, HAIM mengeluarkan album baru berjudul Women in Music Pt. III. Album itu berisikan 16 lagu.

Perilisannya sempat tertunda karena adanya pandemi, namun akhirnya album itu keluar pada 26 Juni 2020.

Album itu menjadi yang ketiga dari mereka setelah sebelumnya mengeluarkan Days Are Gone (2013) dan Something to Tell You (2017).

Bicara mengenai albumnya, Este menjelaskan, "Kami semua secara kolektif menyadari bahwa kami adalah individu yang memiliki hal yang berbeda-beda dan kami menyusul satu sama lain."

Este juga menjelaskan bahwa menulis lagu dalam album barunya dan berproses bersama lagu-lagunya adalah salah satu cara mereka untuk menyembuhkan diri dari luka di masa lalu.

"Ini adalah pengalaman personal kami dan bagaimana kami berhadapan dengan penyakit serius, kematian seorang teman, atau hanya sebuah perjalanan dan perasaan layaknya apakah kamu masih bisa diterima atau tidak dalam sebuah grup pertemanan," terang dia.



Simak Video "Promotor Musik Tunggu Angin Segar dari Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/pus)