50 Cent Rela Cintanya pada Donald Trump Bertepuk Sebelah Tangan

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 20 Okt 2020 18:52 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 25:  Curtis 50 Cent Jackson attends BETs 50 Central Premiere Party on September 25, 2017 in New York City.  (Photo by Astrid Stawiarz/Getty Images for BET Networks)
Foto: 50 Cent (Astrid Stawiarz/Getty Images for BET Networks)
Jakarta -

50 Cent rela cintanya pada Donald Trump bertepuk sebelah tangan. Ia tetap bersikeras mendukung Presiden ke-45 Amerika Serikat itu meski 50 Cent mengetahui Donald Trump adalah sosok yang rasis dan kerap mendiskriminasi ras lain selain kaukasian.

Dukungan pada Donald Trump itu diberikan 50 Cent karena ia tidak menyetujui kebijakan kenaikan pajak yang akan dilakukan oleh Joe Biden bila ia terpilih nanti.

Ia pun mengungkapkan pendapatnya itu di Instagram miliknya. Ia mengunggah foto yang menunjukkan berita di televisi berisikan rancangan rencana pajak di bawah pemerintahan Joe Biden.

"Apa-apaan (dukung Trump). Aku keluar, dari New York, Knicks saja tidak pernah memang. Aku nggak peduli Trump tidak suka orang kulit hitam," tulis dia di kolom keterangan apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Donald Trump kembali maju ke bursa pemilihan calon Presiden Amerika Serikat. Ia diusung oleh Partai Republik.

Dalam kontestasi politik, ia akan melawan Joe Biden yang merupakan calon presiden dari Partai Demokrat.

Sikap 50 Cent itu tentunya bertentangan dengan banyak musisi lainnya yang jelas-jelas menunjukkan ketidaksukaannya pada Donald Trump, sebut saja Taylor Swift.

Taylor Swift benar-benar marah pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena kasus kematian George Floyd. Dia menumpahkan kekesalannya lewat Twitter.

Awalnya, Trump membuat cuitan kontroversial berisi ancaman menembak penjarah di demonstrasi memprotes kematian George Floyd. Taylor Swift pun mengecam Donald Trump dengan menuliskan:

"Setelah menyulut api supremasi kulit putih dan rasisme selama pemerintahan Anda, Anda punya keberanian untuk berpura-pura punya superioritas moral sebelum mengancam dengan kekerasan. Kami tak akan memilihmu bulan November nanti," tulis Taylor Swift.

Selain Taylor Swift, rapper Snoop Dogg juga mengungkapkan keberpihakan politiknya. Ia yang selama ini selalu memilih golput dalam pemilu memutuskan untuk mengakhiri kebiasaannya agar Donald Trump tidak terpilih lagi.

"Aku belum pernah ikut Pemilu tapi tahun ini sepertinya aku akan memilih karena aku tidak kuat lagi melihat orang ini," kata Snoop Dogg dalam sebuah wawancara radio bulan Juni 2020.



Simak Video "Muncul Perdana Usai Kalah di Pilpres, Trump Hadiri Perayaan Veteran"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)