detikHot

music

Diskografi Bjork Ada di Bandcamp untuk Disumbangkan pada Black Lives Matter

Jumat, 19 Jun 2020 08:50 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
NEW YORK - MAY 08:  Singer Bjork and The Dirty Projectors perform onstage at  Housing Works Bookstore Cafes Live from Home benefit concert series at Housing Works Bookstore Cafe on May 8, 2009 in New York City.  (Photo by Roger Kisby/Getty Images) Bjork. Foto: Roger Kisby/Getty Images
Jakarta -

Seluruh diskografi Bjork kini tersedia di layanan pemutar lagu Bandcamp. Di dalamnya terdapat sembilan album termasuk Debut (1993), Post (1995), Homogenic (1997) hingga Vespertine (2001).

Katalog albumnya yang lebih baru, sebut saja Vulnicura (2015) dan Utopia (2017) juga tersedia di layanan tersebut.

"Bjork adalah salah satu inovator musik pop terbesar dan karya-karyanya selama 30 tahun adalah bukti dari apa yang dapat dihasilkan seorang seniman ketika ia mengikuti kata hatinya sendiri," tulis Bandcamp dalam keterangan yang tertera pada situsnya.

Selama ini, Bjork memang dikenal sebagai musisi eksentrik dengan karya-karya yang mendapat pujian dari banyak pihak. Selain bersolo karier, penyanyi Islandia berusia 54 tahun itu juga pernah memiliki band The Sugarcubes.

Akan tetapi yang terdapat di Bandcamp hanyalah diskografi dari karya solonya.

Seluruh keuntungan dari penjualan diskografi Bjork pada 18 dan 19 Juni 2020 akan disumbangkan untuk gerakan Black Lives Matter di Inggris. Donasi tersebut merupakan bagian dari penggalangan dana untuk NAACP yang digelar Bandcamp pada Juneteenth (19 Juni).

[Gambas:Youtube]



Juneteenth merupakan perayaan yang pertama kali dirayakan pada 1865 sebagai hari pembebasan ras Afrika-Amerika dari perbudakan.

Pada perayaan Juneteenth kali ini, Bandcamp akan mendonasikan seluruh keuntungan dari penjualannya di hari itu untuk NAACP Legal Defense Fund yang bergerak di bidang advokasi keadilan ras.

Gerakan Black Lives Matter kembali menggema menyusul penembakan George Floyd, Tony McDade, Sean Reed, Breonna Taylor, Ahmaud Arbery yang dianggap sebagai bentuk rasisme dan seksisme.

Police advance on protesters during a march against police brutality and racism in Marseille, France, Saturday, June 13, 2020, organized by supporters of Adama Traore, who died in police custody in 2016 in circumstances that remain unclear despite four years of back-and-forth autopsies. Several demonstrations went ahead Saturday inspired by the Black Lives Matter movement in the U.S. (AP Photo/Daniel Cole)Protes terkait Black Lives Matter. (AP Photo/Daniel Cole) Foto: AP/Daniel Cole

Sejumlah pekerja seni, termasuk musisi, turut ambil andil dalam gerakan tersebut. Beberapa label rekaman arus utama bahkan bergabung dalam kampanye Blackout Tuesday pada 2 Juni 2020 dengan cara meliburkan perusahaannya sebagai bentuk dukungan pada gerakan itu.

Rihanna, Beyonce, Jay Z dan lain-lain menjadi contoh musisi yang turut mendukung perlawanan terhadap tindakan rasialisme.




Simak Video "Patung Black Lives Matter, Pengganti Patung Edward Colston di Bristol"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com