Konser yang Berganti Wajah dalam Normal yang Baru

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 07 Jun 2020 15:56 WIB
Rear view of excited crowd enjoying a DJ performance at a festival. There are many raised hands, some of the holding cell phones and taping the show.
People in foreground are released.
Foto: iStock
Jakarta -

Masa pandemi COVID-19 masih berlangsung di Indonesia. Setelah kurang lebih tiga bulan sejak pertama kali virus Corona masuk ke Tanah Air, kini Indonesia akan memasuki fase normal yang baru (new normal).

Konser musik merupakan salah satu kegiatan yang harus terhenti karena adanya pandemi virus Corona di Indonesia. Sebab konser menjadi salah satu kegiatan yang mengumpulkan banyak massa.

Akan tetapi, masuknya Indonesia ke dalam fase normal baru rupanya membawa asa tersendiri bagi para penyelenggara konser musik. Meski hingga kini belum ada izin yang memperbolehkan diselenggarakannya pertunjukan berskala besar, namun fase normal baru membawa sedikit pengarapan.

Meski demikian, menurut Dino Hamid dari Berlian Entertaiment, konser musik harus berganti wajah demi menjamin keamanan para pengunjung dan pekerjanya.



Pertunjukan musik di masa normal baru tentunya tidak akan sama dengan konser yang terselenggara sebelum adanya pandemi. Jarak dan protokol kesehatan diperlukan untuk menjaga keamanan dan kesehatan.

"Kalau menurut saya, kayaknya bakal ada revolusi dari sisi aturan dan culture. Karena event kan pertemuan dari banyak orang. Jadi kami sedang membuat konsep bagaimana eventnya tetap terlaksana tapi tetap memenuhi mandatory (protokol kesehatan)," ujar Dino pada detikHOT.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Anas Syahrul Alimi dari Rajawali Indonesia. Baginya, kondisi berlangsungnya konser pasti berbeda. Dengan adanya aturan jarak, penonton tidak lagi bisa melakukan moshing atau berdesakan mendekat ke panggung.



"Kondisi konser yang berjarak itu harus direspons oleh aturan dari Kemenparekraf dan Kemendikbud. Kalau konser jazz kan mungkin bisa disiasati dengan pakai kursi. Jadi harus duduk dan tidak berdesakan lagi," ungkap Anas.

Dino Hamid saat ini sedang mencoba menggarap salah satu konser dengan wajah baru, yakni konser drive in. Nantinya, para penonton hanya dapat menikmati suguhan konser dari dalam mobil.

Harapannya, apabila konser ditonton dari dalam mobil, keamanan penonton akan lebih terjaga sehingga resiko penyebaran virus dapat diminimalisir.

"Kalau drive in concert kami bisa yakin secara jarak terjaga, karena di dalam mobil, jadi secure. Audience-nya memang di mobil masing-masing. Selain itu ya pakai masker dan tangan harus selalu bersih," ujar Dino.



Simak Video "Saran Epidemiolog soal Penyelenggaraan Konser Musik saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/tia)