Meninggal Dunia, Didi Kempot Tak Bisa Lepas dari Sederet Lagu Hits Ini

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 05 Mei 2020 09:48 WIB
Didi Kempot di Banyuwangi
Didi Kempot (Ardian Fanani/detikcom)
Jakarta -

Dunia musik kembali harus kehilangan seorang musisi berbakat. Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun. Pria bernam asli Dionisius Prasetyo itu tutup usia di RS Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020), pukul 07.45 WIB.

Hal tersebut dibenarkan Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez. "Betul, meninggal pagi ini di RS Kasih Ibu. Sudah saya cek ke dokter jaga," ujar Divan kepada detikcom.

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai penyanyi yang kerap melantunkan tembang mengenai putus cinta. Sejumlah lagunya berhasil membuat para penggemarnya mengaku dapat meluapkan emosi kesedihan yang terpendam dan mengubahnya menjadi keceriaan.

Setidaknya kurang-lebih 800 lagu yang diciptakan Didi Kempot hingga 2020. Lagu-lagu itu berhasil membuat para Sobat Ambyar--sebutan untuk penggemarnya--bernyanyi dan berjoget bersama.

'Cidro'

Salah satu lagu miliknya yang paling terkenal adalah 'Cidro'. Lagu itu pernah disebutnya sebagai lagu yang paling cepat ia garap.

Lagu yang ditulis dalam bahasa Jawa itu berkisah tentang cinta yang kandas dan rasa sakit hati ketika dikhianati.

[Gambas:Youtube]



'Pamer Bojo'

Lagu lainnya yang menjadi salah satu tembang patah hati yang tidak pernah absen dibawakan di setiap konsernya adalah 'Pamer Bojo'.

Seperti judulnya, lirik 'Pamer Bojo' bercerita mengenai kesedihan seorang mantan suami yang melihat istrinya mempertontonkan kemesraan dengan pasangan baru.

[Gambas:Youtube]



'Layang Kangen'

'Layang Kangen' juga lagu yang selalu berhasil membuat para Sobat Ambyar bernyanyi keras dan berjoget bersama dalam panggung-panggung yang diisi Didi Kempot.

Lagu itu bercerita tentang sepasang kekasih yang menjalin hubungan jarak jauh dan kerinduan setelah menerima surat cinta dari pasangannya.

[Gambas:Youtube]




'Stasiun Balapan'

'Stasiun Balapan' merupakan lagu yang ditulis oleh Didi Kempot yang merujuk pada salah satu nama stasiun di Kota Surakarta.

Lagu itu bercerita tentang perpisahan sepasang kekasih yang terjadi di stasiun yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Banjarsari, itu.

[Gambas:Youtube]



'Banyu Langit'

Sebagaimana lagu-lagu Didi Kempot lainnya, 'Banyu Langit' bercerita tentang kerinduan terhadap seorang kekasih.

Kali ini kerinduan itu datang bersama hujan yang turun yang disebut Didi Kempot sebagai air dari langit atau banyu langit dalam bahasa Jawa pada liriknya.

[Gambas:Youtube]

'Sewu Kuto'

'Sewu Kuto' merupakan lagu yang menggambarkan pencarian seseorang terhadap mantan kekasih yang hilang.

Dalam lagu itu, Didi Kempot menggambarkan rasa penyesalan seseorang yang belum dapat menemukan orang tersayangnya itu meski sudah mencari ke banyak tempat.

[Gambas:Youtube]



Tonton juga video: "Didi Kempot Meninggal Dunia, Dengarkan Lagi Lagu-lagunya"

[Gambas:Video 20detik]



(dar/dar)