'Jalan Enam Tiga', Mini Album Oleh-oleh Efek Rumah Kaca dari AS

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 29 Jan 2020 09:59 WIB
2.

Mini Album Efek Rumah Kaca Relevan dengan Konteks Indonesia

Jalan Enam Tiga, Mini Album Oleh-oleh Efek Rumah Kaca dari AS
Foto: Saras/ detikHOT

Akan tetapi, menurut para personel Efek Rumah Kaca, lagu-lagu yang terdapat dalam mini album 'Jalan Enam Tiga' juga bisa relevan bila ditempelkan pada konteks sosial dengan apa yang terjadi di Indonesia.

"Sebenernya mungkin yang benar-benar nggak sesuai sama konteks Indonesia itu 'Jalan Enam Tiga'. Karena 'Tiba-Tiba Batu' sama 'Normal yang Baru' itu fenomena global," jelas Cholil.

Meski hanya Cholil Mahmud yang pernah tinggal dalam hitungan tahun di Amerika Serikat, akan tetapi Poppy Airil dan drummer Akbar Bagus Sudibyo mengaku turut mempelajari sekitar selama berada di New York untuk lokakarya dan rekaman.



Hal itu dilakukan agar mereka bisa memiliki sudut pandang mengenai Amerika yang ingin mereka sampaikan di dalam lagu. "Di sela-sela kami workshop, pasti banyak jalan-jalan juga. Misalnya mau ke tempat latihan, pasti mampir kemana," kata Poppy.

"Perspektif kami naik transportasi umum yang enak banget dan sistematis kita sudah ngalamin ini. Mulai dari subway, kereta lokal A, kereta lokal C, jadi lumayan meng-capture dan bisa agak relate," sambungnya.

(srs/tia)