detikHot

Serikat Musik

Perlukah Serikat Pekerja untuk Musisi?

Minggu, 08 Des 2019 11:26 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Halaman 1 dari 2
Foto: Getty Images
Jakarta - Dalam kalangan pekerja, serikat bukanlah hal yang asing. Biasanya, serikat merupakan perkumpulan atau organisasi antar pekerja yang memiliki kesamaan.

Pendirian serikat biasanya dimaksudkan untuk melindungi atau memperbaiki status ekonomi atau sosial para anggotanya.

Sebagai sebuah bidang, dunia musik tentunya tidak lepas dari segala permasalahan, mulai dari royalti, ketidakjelasan kontrak, pembatalan konser tiba-tiba, hingga ketidakadaan besaran honorarium minimum.

Berangkat dari hal itu, muncul pertanyaan, perlukah musisi berserikat? Hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam Konferensi Musik Indonesia (KAMI) 2019.

Dalam membuat serikat yang diperuntukkan bagi musisi sebagai anggotanya, sebenarnya muncul pertanyaan baru, apakah musisi yang tidak bekerja dalam ranah formal membutuhkan serikat?

Menurut Kadri Mohamad dari Persatuan Artis, Penyanyi, Pemusik dan Pencipta Lagu Republik Indonesia, untuk membentuk satu serikat, minimal harus ada sepuluh anggota di awal.

Angka tersebut mungkin terkesan kecil, namun setelahnya ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan lanjutan ketika ingin membentuk sebuah serikat untuk musisi.

"Kalau kita bicara soal serikat pekerja, berarti kita bicara soal UU Ketenagakerjaan dan UU Serikat Pekerja. Kita harus samakan dulu, musisi masuk nggak dalam tenaga kerja?" ucap Kadri. (srs/wes)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com