detikHot

music

Yuk Nostalgia Musik 90-an dengan Color Me Badd hingga All 4 One

Rabu, 13 Nov 2019 11:03 WIB Nurcholis Ma'arif - detikHot
Foto: YOLO Fest Foto: YOLO Fest
Jakarta -

Bagi penggemar musik tahun 90-an, saatnya bernostalgia lewat konser Yolo Fest yang digelar Redstone. Tak tanggung-tanggung acara yang digelar menjelang akhir tahun ini bakal menghadirkan line up utama tiga musisi legendaris, yaitu Color Me Badd, All 4 One, dan C&C Music Factory.

Selain itu, ada juga band lokal yang bakal mengisi di antaranya Ronaldisko, Disko Pantera, dan Padhayangan Project. Yolo Fest digelar pada 10-11 Desember 2019 di The Kasablanka Hall, Kuningan, Jakarta Selatan.

General Manager Redstone Sonny Listhon mengatakan konser tahunan yang digelar pihaknya ini bermaksud memberi reward kepada apa yang sudah didapat seseorang. Caranya, dengan menikmati dan bersenang-senang di konser ini.

"Nggak melulu secara akronim Yolo (you only live once), di mana hari ini lu senang, tapi besok ga hidup. Hidup itu kan pasti ada achievement, (dengan senang-senang di konser) lu kasih reward buat lu sendiri," ucap Sonny saat press conference di The Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/11/2019).

"Achievement apa pun tiap tahun, harus ada reward-nya. Kasih reward buat lu diri sendiri. Makanya kita juga ngadain konser selalu akhir tahun. Ingin pentontong bersenang-senang dan memberi hadiahnya sendiri," imbuhnya.

Sonny juga mengatakan, musik 90-an diambil karena sedang tren di Indonesia sejak awal tahun. Kata Sonny, Yolo Fest yang digelar Redstone ke depan juga akan hadir dengan tren yang sedang berkembang saat itu.

"Dengan format dua hari show, hari pertama, akan mengusung tema disko dengan menghadirkan line up C&C Music Factory dan guest star lokal Ronal Disko dan Disko Pantera. Sedangkan di hari kedua dengan tema lebih slow dan romantic, ada Color Me Badd dan All 4 One dengan bang pembuka Padhayangan Project," jelas Sonny.

Untuk itu, Sonny mengatakan target Yolo Fests ialah para milenial di zamannya yang kini rata-rata sudah bekerja maupun milenial sekarang. Atas dasar itu, ia juga mengatakan konser ini digelar di weekdays dan bukan weekend.

"Karena kan 60% (target) di nineties, orang di umur itu kalau akhir pekan itu lebih ke family time, sengaja dipilih di tanggal segitu, begitu pula tempatnya di tengah-tengah, biar nggak terlalu notice atau ganggu mereka.. Agak berisiko, tapi kita coba," jelas Sonny.

Selain itu, waktu open gate juga diberi jeda dari jam pulang kantor dan berakhir tidak terlalu malam agar tidak mengganggu pengunjung yang keesokan harinya sudah bekerja kembali. Untuk pembelian tiket, Kata Sonny, sudah tersedia di Rajakarcis.com.






Simak Video "Berburu Ninetendo dan Walkman Jadul di 'The 90s Festival'"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com