Kemarahan Seringai pada RUU KUHP yang Bisa Bungkam Semua Golongan

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 29 Sep 2019 20:23 WIB
Foto: dok. Seringai
Jakarta - Selain Ananda Badudu dan Efek Rumah Kaca, Seringai juga salah satu band yang tidak menyetujui isi dari revisi RUU KUHP. Bagi mereka, revisi Undang-Undang yang akan menjadi dasar hukum negera itu berpotensi untuk membungkam banyak pihak.

"Ya nggak hanya ke musisi, tapi siapa pun yang vokal," kata vokalis Seringai, Arian, saat dihubungi detikHOT.

Arian mengatakan, tak hanya persoalan pembungkaman, namun ada sejumlah masalah lainnya yang akan muncul apabila RKUHP benar-benar disahkan tanpa adanya pengkajian ulang.

"RUU KUHP ngawur sih. Dari pasal penghinaan presiden yang dihidupkan kembali, kriminalisasi, dan menghambat pencegahan HIV (lewat pendidikan seks), menghambat kinerja jurnalis, rentan pasal karet, dan lainnya," tuturnya.


Bagi Arian, kebebasan berpendapat merupakan elemen penting untuk karyanya. Sebab, Seringai kerap menyuarakan kegelisan mereka lewat lagu.

"Kami menulis banyak hal, termasuk kritik ke hal-hal yang kami tidak sreg," ujarnya.

Selain menyoroti RUU KUHP, Arian juga menyoroti sejumlah RUU yang menurutnya bermasalah dan bisa mengakibatkan kerugian pada rakyat.

"RUU KPK juga malah seperti berpihak kepada koruptor dan melemahkan KPK. Dan tidak hanya dua RUU ini yang bermasalah, RUU lain seperti RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, dan lainnya jelas merugikan rakyat," ungkapnya.


Menanggapi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, Arian menanggapinya dengan positif. "Ya baguslah (turun ke jalan)," ucapnya.

Lewat akun Instagram-nya, Seringai mengunggah poster berisi 7 tuntutan mahasiswa yang turun ke jalan. Mereka juga menuliskan lirik 'Mengadili Persepsi' dalam foto berikutnya.

"Mereka bermain Tuhan / Merasa benar, menjajah nalar/ Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya / Individu, individu merdeka."


Kedua foto tersebut ditulisi dengan keterangan yang berisi pesan agar mahasiswa yang ikut aksi berhati-hati dan jangan sampai terdistraksi oleh suara yang mencoba menunggangi dan memecah belah.

"Jangan terdistraksi dengan berbagai suara di luar sana yang mencoba memecah belah kita," tulis Seringai.

"Ini bukan lagi soal pilpres, bukan lagi soal pilihan politik kalian. Ketika para pemegang amanah suara kalian bersatu dan menyelewengkan wewenang mereka, saatnya rakyat bersatu, bersuara & melawan," sambung mereka.



Simak Video "Penjelasan Arian Seringai soal Depak Gofar Hilman dari Lawless"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/mau)