detikHot

music

'Gugur Bunga' Penghormatan Terakhir untuk Anak Bangsa

Kamis, 12 Sep 2019 12:20 WIB Dicky Ardian - detikHot
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Setiap ada anak bangsa yang begitu berjasa untuk negara meninggal dunia, lagu 'Gugur Bunga' selalu berkumandang. Keharuan langsung menyelimuti.

'Gugur Bunga' atau 'Gugur Bunga di Taman Bakti' adalah tembang ciptaan Ismail Marzuki. Lagu tersebut diciptakan pada 1945.

Lagu itu diciptakan untuk menghormati tentara yang gugur ketika Revolusi Nasional.




Liriknya punya makna yang dalam. Ismail Marzuki berusaha memberikan penghormatan terakhir untuk seorang prajurit yang meninggal dunia karena perjuangannya.

Salah satu lirik yang palik ikonik di dalam lagu tersebut adalah 'Gugur satu tumbuh seribu'. Di balik lirik itu tersirat arti tak ada pengorbanan yang sia-sia untuk sesuatu yang besar.

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff :
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti


'Gugur Bunga' Penghormatan Terakhir untuk Anak Bangsa



Simak Video "Habibie akan Terus Hidup di Layar Lebar"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com