Penyanyi Remaja Kontroversial
Pengagum Hitler, Penyebar Rasisme
Selasa, 25 Okt 2005 15:48 WIB
Jakarta - Lynx dan Lamb adalah gadis asal California yang kini berusia 13 tahun. Dengan berbekal kemampuan memainkan biola (Lynx) dan gitar (Lamb), mereka membentuk Prussian Blue. Menjelang penghujung 2005 ini, mereka merilis album perdana. Cantik dan menggemaskan. Itu kalau Anda melihat foto mereka. Namun ketika lagu sudah diperdengarkan, Anda sangat mungkin berubah pikiran. Prussian Blue bukan duo yang bicara tentang cinta monyet. Dalam lagu-lagunya, duo yang terbentuk tahun 2003 ini bicara banyak soal warna kulit. "Kami bangga menjadi orang kulit putih. Dan kami ingin terus seperti ini. Kami ingin mempertahankan ras kami. Dan semoga orang kulit putih yang lain juga berpikiran sama," demikian tutur Lynx dan Lamb kepada ABC News seperti detikhot lansir dari timesonline, Selasa (25/10/2005). Tak hanya ras, Prussian Blue juga lancar bicara soal Nazi. Lynx dan Lamb yang memiliki darah Jerman bahkan blak-blakan mengakui kekaguman mereka terhadap Adolf Hitler. Hitler, menurut mereka, adalah sosok yang baik dengan ide yang cemerlang. Hal-hal yang dilakukan Hitler sangat bermanfaat bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat Jerman. Satu lagu mereka yang berjudul 'Sacrifice' berisi pujian terhadap beberapa tangan kanan Hitler, salah satunya Rudolph Hess. Rudolph Hess, man of peaceHe wouldn't give up and he wouldn't ceaseTo give his loyalty to our causeRemember him and give a pauseApril adalah orang di balik pemikiran-pemikiran Lynx dan Lamb. April yang tak lain adalah ibu kandung Lynx dan Lamb berprofesi sebagai penulis. Sedari kecil, Lynx dan Lamb sudah didoktrin soal perbedaan warna kulit. April selalu menyatakan kalau ras kulit putih adalah yang terbaik. Karena Lynx dan Lamb tidak bersekolah di sekolah umum, maka apapun yang dikatakan April langsung diamini Lynx dan Lamb tanpa pertanyaan sedikitpun. "Yang aku lakukan hanya memberi tahu anak-anakku apa yang ada di dalam pikiranku. Semua orang tua pasti begitu," ujar April. Beberapa organisasi pembela persamaan hak asasi manusia mengecam Prussian Blue. Duo kembar itu dinilai telah menyebarkan kebencian antar masyarakat berbeda warna kulit. Namun menurut April, yang kedua anaknya lakukan hanyalah menggambarkan kecintaan yang sangat mendalam terhadap kaum kulit putih tanpa sedikitpun menebarkan kebencian terhadap kaum lain. (ine/)











































